WARTAPALA INDONESIA

Pendakian Kedua Gunung Slamet, Via Jalur Guci

Wartapalaindonesia.com, EKSPLORE – Pendakian kedua ke Gunung Slamet setelah pendakian pertamaku gagal melalui jalur Brambangan, kali ini melalui jalur Guci.

Kamis (28 Juni 2018), aku melakukan pendakian bersama mas Idris, wartawan detik.com.

Ini pertama kalinya aku bertemu dengan mas Idris, karena komunikasi kitapun melewati kakakku.

Mas Idris mengajak untuk melakukan pendakian secara tiktok, istilah muncak yang nantinya langsung turun tanpa membangun tenda.

Sehingga kita membawa perbekalan (logistik) seadanya tanpa membawa peralatan camp seperti tenda, sleeping bag, kompor, nesting dll.

Kita memulai pendakian dari basecamp Kompak Guci sekitar pukul 09.00 WIB dan sampai di pos 4 pukul 13.30 WIB sampai bertemu dengan 3 kelompok pendaki lainnya.

Kelompok pendaki pertama segerombolan anak SMA yang baru pertama kali mendaki, kelompok kedua pendaki ahli karna salah satu dari mereka memang merupakan anggota basecamp Kompak dan beberapa temannya dari Jakarta yang tergabung dalam perkumpulan pendaki dan yang terakhir kelompok pendaki keluarga.

Di pos 4, aku dan mas Idris mengatakan kepada kelompok kedua keinginan kita untuk tiktok, karena tidak adanya persiapan dari kita juga.

Tapi karena mereka melihat kondisi yang tidak memungkinkan jika mencapai puncak langsung turun dengan waktu yang mendekati sore hari, mereka menawarkan kita untuk bergabung saja.

Aku dan mas Idris masih bingung dan melihat kondisi yang ada memungkan kita untuk tiktok atau tidak.

Ternyata sampai di pos 5, pos terakhir jalur Guci kita sampai pukul 16.00 WIB.

Memang tidak mungkin jika melanjutkan ke puncak secara cepat karena melewati batas vegetasi yang cukup panjang.

Mas Idris pun mengataskan sangat disayangkan jika aku tidak sampai puncak karna cuaca sangat cerah.

Akhirnya kami menerima tawaran untuk bergabung dengan kelompok pendaki ke 2 yang terdiri dari mas Sukron (anggota Kompak), dan 2 pendaki dari Jakarta (mas Marcal dan mas Rizki).

Kita mendirikan tenda di pos 5 dengan pendaki kelompok lain sehingga ramailah saling mengenal satu sama lain.

Mendengarkan cerita dari kelompok pendaki yang baru pertama mendaki langsung mendaki Gunung Slamet rasanya keren aja.

Kira-kira ada sekitar 16 orang di pos 5 untuk makan bareng, ngopi bareng, ngerokok dan cerita banyak hal.

Akhirnya kita semua yang terdiri dari 4 kelompok ini memutuskan untuk mendaki puncak bersama.

Kita semua bangun pukul 04.00 WIB dan melakukan perjalanan menuju puncak pukul 05.00 WIB.

Perjalanan menuju puncak membuatku sedikit khawatir akan jatuh, ini pertama kali rasanya ingin menyerah tanpa melihat puncak, karena yang aku pijak pasir dan aku rasa aku takut jatuh dan tergelincir, akan tetapi beberapa kawan menyemangati dan membantuku menuju puncak.

Aku sendiri berhasil sampai puncak pukul 07.30 WIB dan berada di puncak hanya sekitar 30 menit bersama 5 orang lainnya karna angin yang begitu besar.

Sampai akhirnya memutuskan untuk turun ke tenda. Kita melakukan persiapan pulang pukul 13.00 WIB dan berpisah dengan kelompok yang lain karena mereka turun ke basecamp lebih awal.

Akan tetapi aku, mas Idris, mas Sukron, abang Marcal dan abang Riski melakukan perjalanan turun dari pos 5 menuju basecamp kompak membutuhkan waktu 2 jam.

Kita sama sekali tidak berhenti kecuali di pos 2, karena urgensi nunggu aku buang air kecil.

Sampai akhirnya sampai di basecamp pukul 15.00 WIB dan beristirahat.

Aku pulang ke rumah pukul 17.00 WIB.

Ini pendakian pertamaku tanpa mengenal mereka sebelumnya.

Hal yang gila, tapi alhamdulillah selamat dan diberi teman-teman baru.

Kontributor || Panji Imriawan

Editor || Nindya Seva Kusmaningsih

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: