Pengembaraan Anggota Muda Perpala SMK Negeri 29 Jakarta Bertajuk Minim Sampah

Caption foto: Pendakian Minim Sampah di Gunung Ciremai dalam rangka kaderisasi anggota muda Penerbangan Pecinta Alam 29 (Perpala 29) SMK Negeri 29 Jakarta (WARTAPALA INDONESIA/Perpala 29)

Wartapalaindonesia.com, JAKARTA – Penerbangan Pecinta Alam 29 (Perpala 29) SMK Negeri 29 Jakarta melaksanakan Pengembaraan Anggota Muda dengan konsep Pendakian Minim Sampah yang berlangsung pada tanggal 4 – 6 November 2022 di Gunung Ciremai via Palutungan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Kegiatan dalam rangkaian dari kaderisasi anggota muda yang hendak mendapatkan keanggotaan penuh. Pendakian bertemakan Minim Sampah, dimana memiliki tantangan baru bagi tim pengembaraan anggota muda. Kegiatan utamanya ini adalah pengambilan dokumentasi pendakian yang nantinya sebagai hasil dari kegiatan.

“Pendakian Minim Sampah selalu dikaitkan dengan kata zero waste yang sudah tidak asing di telinga kita yang memiliki arti melakukan kegiatan yang menghasilkan sampah seminim mungkin. Pendakian ini merupakan inovasi baru dalam sebuah pendakian karena memiliki tantangan tersendiri untuk menjaga bumi agar tetap lestari.” kata Ketua Pelaksana Pendakian Radhi Fahlevi, Minggu (20/11/2022).

Untuk meminimalisir potensi menghasilkan sampah selama pendakian lanjut Radhi, tim pengembaraan membawa bahan logistik organik seperti sayur dan bahan anorganik seperti bumbu dapur ke dalam wadah makanan tidak sekali pakai dan membawa botol tumblr dan jerigen untuk mengganti botol plastik air sekali pakai.

“Selama kegiatan, tim tetap menghasilkan sampah organik yang berasal dari sayuran dan buah-buahan yang dimana sampahnya kami kubur. Konsep pendakian ini sangat baik dan tepat untuk para penggiat alam di Indonesia karena konsep ini menjadi solusi yang tepat untuk meminimalisir sampah saat berkegiatan di outdoor.” jelasnya.

Dalam pendakian Tim juga berhasil menerapkan konsep tersebut, keberhasilan bisa dilihat dari sampah yang dihasilkan selama kegiatan yang hanya sampah organik yang berasal dari sayuran dan buah-buahan kemudian dikubur. Dibalik keberhasilan kegiatan ini juga ada kendala-kendala faktor perubahan cuaca.

“Dibalik keberhasil dalam pendakian minim sampah terdapat beberapa rintangan seperti perubahan cuaca yang tak menentu, diantaranya cuaca yang tidak mendukung saat kegiatan, sehingga kondisi fisik tim yang menurun karena medan yang dilalui alhasil kendala tersebut berimbas ke operasional kegiatan.” terang Radhi.

Pendakian minim sampah memang perlu penyesuaian dalam pelaksanaannya tapi dengan kesadaran dan motivasi yang tinggi untuk menjaga lingkungan, segala macam hambatan dan kesulitan menjadi mudah dilakukan, saat kegiatan diikuti anggota muda diantaranya Radhi Fahlevi, Rajih Niko, Sahlan Fathoni, Ananda Hasna Salsabila dan Alvitorio Rachdya Shagarmatha sebagai pendamping kegiatan.

Kontributor || Soprian Ardianto, WI 200136

Editor || Nindya Seva Kusmaningsih, WI 16000

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.