Wartapalaindonesia.com, SURABAYA – Setelah melaksanakan pengarungan pada (Sabtu, 19/03) di kali Mas Surabaya, kini serangkaian kegiatan KPL berlanjut pada sosialisasi kepada warga kota Surabaya dengan memanfaatkan moment Car Free Day yang rutin digelar setiap Minggu pagi oleh pemerintah kota.
Kegiatan yang dilaksanakan pada (Minggu, 20/03) di Taman Bungkul Surabaya dimulai pada pukul 06.00 hingga 08.00 WIB dengan menekankan presentasi kepada masyarakat untuk lebih aware terhadap sungai yang ada. Orasi yang disampaikan oleh para orator cukup mengena di mana masyarakat mendengarkan dengan seksama dan mulai sadar bahwa apa yang disampaikan oleh orator merupakan fakta yang terjadi saat ini.
Selain orasi yang disampaikan dengan faktual, masyarakat disuguhkan dokumentasi tentang keadaan sungai dengan design center of piece yang sangat menarik di mana sebuah perahu karet nampak berdiri kokoh di atas aspal. Dipenghujung acara dilakukan upacara gaya Pencinta Alam dengan menyanyikan lagu syukur dan pembacaan kode etik Pencinta Alam.
Apresiasi masyarakat terbilang cukup baik melihat tanggapan yang diberikan dan dukungan tanda tangan pada banner yang disediakan oleh panitia. Dengan tanda tangan tersebut membuktikan bahwa mereka menyadari bahwa kotornya sungai disebabkan oleh mereka sendiri yang tidak disiplin membuang sampah terlebih menjadikan sungai sebagai tempat sampah, alhasil tanda tangan mereka menyatakan bahwa mereka sadar dan berjanji untuk tidak lagi mengotori sungai.
Menurut Phonseka AH humas KPL yang merupakan anggota Prapala Stikosa AWS,
Kegiatan kali ini sangat berbobot, selain antusiasme masyarakat yang luar biasa, yang terpenting dari kegiatan ini adalah goal dari kegiatan ini sendiri dimana kami sebagai aktivis lingkungan berusaha untuk memberi tahu kepada masyarakat tentang sungai kita dan membuat mereka sadar akan dampaknya saat ini sehingga kedepan mereka mau berubah sikap tentang pentingnya usaha bersama menjaga air sungai.
Tidak mudah merubah pola pikir dan sikap masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan “green lifestyle”, dikatakan butuh waktu 3 generasi untuk merubahnya. Tapi melaui aksi nyata, KPL se-Gerbang Kertosusila berhasil.
Kontibutor : Phonseka AH, Humas KPL (Prapala Stikosa AWS)
Editor : Ragil Putri Irmalia
Kirim Pers Release kegiatan / artikel / berita / opini / tulisan bebas beserta foto kegiatan organisasi / komunitas / perkumpulan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081553355330 (Telp/SMS/WA)
Dokumentasi

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)



