Peringati Hari Cinta Puspa dan Satwa, Universitas Nasional Selenggarakan Webinar Keanekaragaman Hayati

Caption foto :  Tangkapan layar Webinar Nasional Weanekaragaman Hayati Indonesia : Yang Muda Berbicara. (WARTAPALA INDONESIA / Fadlik Al Iman)

WartapalaIndonesia.com, Jakarta – Program Studi Biologi Sekolah Pascasarjana Universitas Nasional (Unas) bekerja sama dengan Fakultas Biologi Unas dan Ikatan Keluarga Alumni Fakultas Biologi Unas (IKA FABIONA) menyelenggarakan webinar nasional dengan tema “Keanekaragaman Hayati Indonesia: Yang Muda Berbicara”. Pada Sabtu (12/11/2022).

Indonesia merupakan negara yang memiliki keanekaragaman hayati (kehati) tertinggi di dunia, namun belum teridentifikasi seluruhnya. Dari kekayaan kehati tersebut, banyak manfaatnya bagi kehidupan masyarakat, baik secara genetika, jenis maupun ekosistem.

Kehati adalah aset yang sangat berharga untuk generasi sekarang, maupun masa depan. Oleh karena itu, peran generasi muda dalam aksi pelestarian dan pemanfaatan keanekaragaman hayati secara berkelanjutan, sangat penting dan mendesak untuk dilakukan.

Guru besar Fakultas Biologi dan Prodi Biologi Sekolah Pascasarjana Unas, Prof. Dr. Dedy Darnaedi, M.Sc. menyatakan, pengelolaan kehati termasuk tumbuhan secara lestari beserta ekosistemnya sangat penting untuk menjaga keutuhan jasa ekosistem, dan membuka peluang pemanfaatan kehati secara berkelanjutan.

“Berbagai jenis dan layanan kehati termasuk tumbuhan sudah dimanfaatkan sejak manusia diciptakan. Mulai dari sebagai sumber pangan, obat-obatan, energi dan sandang, jasa penyedia air, udara bersih, perlindungan dari bencana alam, hingga regulasi iklim” ungkap Prof. Dedy yang juga saat ini menjabat sebagai Ketua IKA FABIONA.

Kehati juga memberikan jasa lingkungan bagi manusia dengan adanya formasi ekosistem dengan keunikan di dalamnya. Hutan dapat melindungi keseimbangan siklus hidrologi dan tata air sehingga mampu mencegah bahaya banjir dan kekeringan.

Keberadaan kehati di ekosistem, tidak luput dari ancaman kepunahan. Ancaman terbesarnya disebabkan oleh hilangnya habitat. Kehilangan habitat terutama disebabkan oleh kerusakan habitat, baik karena bencana alam, kebakaran hutan, pencemaran lingkungan dan perubahan iklim yang berakibat pada rusaknya habitat kehati, penggunaan hutan atau habitat untuk lahan pertanian, pertambangan, industri maupun pemukiman dan perburuan kehati yang didorong oleh perdagangan secara ilegal.

Sementara itu, Ketua Prodi Biologi Sekolah Pascasarjana Unas, Dr. Fitriah Basalamah, M.Si. mengungkap, webinar nasional ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) dan Dies Natalis Universitas Nasional ke 73.

“Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta, kepedulian, perlindungan serta pelestarian puspa dan satwa nasional”, kata Fitriah.

Pada kesempatan yang sama, Dekan Fakultas Biologi Unas, Dr. Tatang Mitra Setia, M.Si. berharap webinar nasional ini dapat memberikan motivasi dan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga dan melestarikan keanekaragaman hayati Indonesia.

Turut hadir sebagai pembicara yaitu Alumni Prodi Biologi Sekolah Pascasarjana Unas – PEH Ahli Muda Taman Nasional Gunung Palung Endro Setiawan, mahasiswa Prodi Biologi Sekolah Pascasarjana Unas Iqrarul Fata, konsultan lingkungan Surya Purnama, relawan Yayasan Kiara dan Burung Indonesia Annisa Ramadhani. (FAL)

Kontributor || Fadlik Al Iman
Editor || Ahyar Stone, WI 21021 AB

 

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.