WartapalaIndonesia.com, MAKASSAR – Pusat Koordinasi Daerah Mahasiswa Pencinta Alam Tingkat Perguruan Tinggi Se-Sulawesi Selatan (PKD Mapala Se-Sulsel) menyampaikan pernyataan sikap terkait absennya sejumlah instansi pengelola dalam kegiatan Dialog Interaktif dan Pameran Kerusakan bertema “Membangun Kolaborasi Multipihak Untuk Perlindungan dan Pemulihan Gunung Bulu Bawakaraeng demi Keberlanjutan Lingkungan dan Kehidupan Masyarakat.” Kegiatan ini diselenggarakan di Kampus II UIN Alauddin Makassar. Pada 22–23 Juli 2026.
Dalam kegiatan tersebut, PKD Mapala Se-Sulsel telah mengundang sejumlah instansi yang memiliki kewenangan dalam pengelolaan kawasan Gunung Bulu Bawakaraeng, di antaranya Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sulawesi Selatan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sulawesi Selatan, serta Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Sulawesi dan Maluku (Pusdal LH Suma).
Namun, hingga pelaksanaan kegiatan berlangsung, tidak satu pun dari instansi tersebut hadir maupun memberikan konfirmasi yang dinilai memadai mengenai ketidakhadirannya.
Menanggapi kondisi demikian, PKD Mapala Se-Sulsel menilai bahwa dialog mengenai kondisi lingkungan, khususnya kerusakan yang terjadi di kawasan Gunung Bulu Bawakaraeng, memerlukan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan.
Ketidakhadiran instansi yang memiliki tanggung jawab dalam pengelolaan kawasan dinilai berpotensi menghambat upaya membangun kolaborasi untuk perlindungan dan pemulihan lingkungan.
Melalui pernyataan sikap resminya, PKD Mapala Se-Sulsel menyampaikan beberapa tuntutan. Pertama, meminta penjelasan dan konfirmasi yang jelas serta dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah mengenai alasan ketidakhadiran instansi yang diundang.
Kedua, meminta setiap instansi terkait menyampaikan sikap resmi terhadap kondisi kerusakan yang terjadi di Gunung Bulu Bawakaraeng.
Ketiga, meminta agar tanggapan tersebut disampaikan paling lambat pada 25 Juli 2026 pukul 23.59 WIB.
Selain itu, PKD Mapala Se-Sulsel menegaskan komitmennya untuk terus menjaga idealisme dan harkat martabat organisasi mahasiswa pencinta alam sebagai bagian dari elemen masyarakat yang memiliki tanggung jawab moral dalam menjaga kelestarian alam sesuai dengan Kode Etik Pencinta Alam Se-Indonesia, khususnya di Sulawesi Selatan, untuk terus meningkatkan kepedulian, kajian ilmiah, serta aksi nyata terhadap berbagai bentuk kerusakan lingkungan yang terjadi di daerahnya masing-masing.
PKD Mapala Se-Sulsel berharap pernyataan sikap ini menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi antara organisasi mahasiswa pencinta alam, pemerintah, serta seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga kelestarian Gunung Bulu Bawakaraeng sebagai kawasan yang memiliki nilai ekologis, dan sosial yang sangat penting bagi masyarakat Sulawesi Selatan. (*)
Kontributor || Abdul Aziez, WI 200059
Editor || Ahyar Stone, WI 21021 AB
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)