Wartapalaindonesia.com, GUNUNGKIDUL – Tim Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada memulai pelaksanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2026 melalui kegiatan survei awal di Kalurahan Wunung, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta.
Program yang didanai oleh Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPKM) Universitas Gadjah Mada ini mengusung tema “Pengembangan Kampung Alpukat Gunungkidul Berbasis Geospasial”. Kegiatan akan dilaksanakan selama periode 2 Juni hingga 30 November 2026 sebagai bagian dari skema PkM Pengembangan.
Program ini diarahkan untuk memperkuat pengelolaan potensi Kampung Alpukat melalui pemanfaatan teknologi geospasial dan pemberdayaan masyarakat.
Kegiatan diawali dengan kunjungan ke Kantor Kalurahan Wunung untuk melakukan koordinasi bersama Pemerintah Kalurahan. Tim PkM diterima langsung oleh Lurah Wunung, Sudarto, yang menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan program pengabdian di wilayahnya.
Pertemuan tersebut membahas rencana pelaksanaan kegiatan, bentuk kolaborasi antara pemerintah kalurahan dan tim pelaksana, serta strategi pelibatan masyarakat selama program berlangsung.
Koordinasi ini menjadi langkah awal untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan secara sinergis dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Setelah kegiatan koordinasi, tim melaksanakan survei lapangan di kawasan Kampung Alpukat Wunung.
Survei dilakukan untuk mengamati kondisi eksisting kawasan, mengidentifikasi persebaran pohon alpukat, serta melakukan observasi terhadap karakteristik tanah dan lingkungan sebagai dasar penyusunan program pengabdian.
Informasi yang diperoleh dari hasil observasi akan menjadi bahan dalam pengembangan basis data spasial, pemetaan kawasan, dan penyusunan rencana kegiatan lanjutan.
Tahap awal ini diharapkan mampu memberikan gambaran menyeluruh mengenai potensi dan kebutuhan pengembangan Kampung Alpukat.
Program ini diketuai oleh Muhammad Anggri Setiawan, dengan anggota tim terdiri dari Ngadisih, serta Priyaji Agung Pambudi dari UGM.
Dalam pelaksanaan survei, tim juga melibatkan alumni Universitas Gadjah Mada, yaitu Aries Dwi Wahyu Rahmadana, Muhamad Irfan Nurdiansyah, dan Muthia Ratna Fauziah.
Keterlibatan alumni menjadi bagian dari kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mendukung pelaksanaan kegiatan pengabdian.
Muhammad Anggri Setiawan mengatakan, melalui sinergi tersebut, diharapkan proses pendampingan dapat berlangsung lebih efektif serta memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.
“Kami melakukan serangkaian kegiatan yang meliputi pendataan pohon alpukat berbasis geospasial, penyusunan basis data kawasan, pemetaan potensi, penyusunan kalender panen, hingga pengembangan sistem informasi sederhana untuk mendukung pengelolaan Kampung Alpukat,” ungkapnya.
Selain itu, masyarakat juga akan memperoleh pendampingan dalam pemanfaatan data spasial sebagai dasar pengambilan keputusan dan pengembangan kawasan.
“Pendekatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola potensi lokal secara lebih sistematis. Luaran program juga diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengembangan kawasan pertanian berbasis data di Kabupaten Gunungkidul,”imbuhnya.
Program Pengembangan Kampung Alpukat Gunungkidul Berbasis Geospasial mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) Tujuan 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (Decent Work and Economic Growth).
Melalui pemanfaatan teknologi geospasial, program ini diharapkan mampu mendukung pengembangan sentra agribisnis alpukat yang lebih terencana, meningkatkan efisiensi pengelolaan kawasan, serta memperkuat nilai tambah komoditas lokal.
Pendampingan kepada masyarakat juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas dalam pengelolaan data, perencanaan produksi, dan pengembangan potensi agrowisata berbasis sumber daya lokal. Kolaborasi antara Universitas Gadjah Mada, Pemerintah Kalurahan Wunung, dan masyarakat.
Progam ini juga diharapkan dapat menciptakan peluang ekonomi yang lebih berkelanjutan sekaligus memperkuat daya saing Kampung Alpukat Gunungkidul sebagai kawasan agribisnis berbasis geospasial. (*)
Kontributor || Muhamad Irfan Nurdiansyah
Editor || Danang Arganata, WI 200050
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)