PMPA KOMPOS FP UNS Mengadakan Pemutaran dan Diskusi Film “Extinctor Alive, Javan Tiger”

Peserta Pemutaran dan Diskusi Film “Extinctor Alive, Javan Tiger” melakukan foto bersama di lapangan basket Fakultas Pertanian UNS, Selasa (4/9/2018). (WARTAPALA INDONESIA/ Irfan Zamorano, K-574)

Wartapalaindonesia.com, SURAKARTA – PMPA KOMPOS FP UNS menggelar pemutaran film dan diskusi film “ExtinctorAlive, JavanTiger” yang bertempat di lapangan basket Fakultas Pertanian UNS. Acara ini dilaksanakan pada Selasa, 4 September 2018 dengan dihadiri kurang lebih 60 orang.

“Pemutaran film yang digelar kali ini bertujuan mengenalkan harimau jawa ke khalayak umum, khususnya para mahasiswa dan pencinta alam,” ujar Septiono, selaku moderator diskusi.

Acara kali ini menghadirkan dua orang narasumber expert, yaitu Didik Raharyono, merupakan Founder Peduli Karnivor Jawa  dan Haray Sam, Founder Sumateran Tiger Rangers.

Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh moderator Septiono, kemudian dilakukan pemutaran film bersama dengan ditemani secangkir kopi dan setelah selesai dilanjutkan dengan diskusi mengenai permasalahan mengenai harimau jawa dan harimau sumatera.

“Film “Extinctor Alive, Javan Tiger” sendiri menceritakan tentang ekspedisi pencarian harimau jawa di Taman Nasional Meru Betiri, Banyuwangi. Liputan-liputan pada film tersebut diambil di sekitar tempat yang berpotensi dapat dijumpainya harimau jawa,” ucap Didik Raharyono.

Tempat-tempat yang berpotensi sebagai tempat munculnya harimau jawa tersebut adalah di pesisir pantai dan hutan Taman Nasional Meru Betiri. Didik Raharyono sendiri yang ikut terlibat dalam pembuatan film tersebut berusaha menguak keberadaan harimau jawa di sekitar kawasan tersebut.

”Peserta terlihat sangat antusias dalam menonton film dan begitu banyak pertanyaan dan minat untuk saling berbagi pikiran diantara mereka,” kata Rafika, selaku Ketua PMPA KOMPOS.

Kehadiran Didik Raharyono yang notabene expert dalam bidang karnivor jawa khususnya harimau jawa, dan Haray Sam Munte yang mengerti betul tentang pekerti dan segala hal mengenai harimau sumatera membuat diskusi lebih menarik karena dapat membandingkan secara langsung karakteristik dari harimau jawa dan harimau sumatera.

Para narasumber juga telah kerap kali keluar masuk hutan Jawa dan Sumatera, sehingga dapat membandingkan karakteristik hutan Jawa dan Sumatera pada diskusi tersebut.

Beberapa kali Haray Sam Munte mengalami perjumpaan langsung dengan harimau loreng di hutan Sumatera, yang sebagai narasumber pada diskusi kali ini memaparkan pengalamannya ketika bertemu dan pekerti harimau yang dijumpainya.

Beberapa dari hal-hal yang dipaparkannya pada diskusi yaitu, harimau mampu menirukan suara berbagai binatang, termasuk suara tokek dan ayam berkokok juga suara siulan.

Kemudian seekor harimau yang mendapat buruan, induk harimau itu akan mempersilakan anak-anaknya makan dahulu baru kemudian ia makan, jika kebetulan harimau jantan ada di lokasi itu, maka harimau jantan akan makan terakhir atau hanya sisa dari makanan buruan mereka.

Serta masih banyak lagi pekerti harimau khususnya harimau sumatera yang beliau sampaikan di diskusi tersebut.

 Adanya kesamaan perilaku harimau sumatera dan harimau jawa pula akan memudahkan untuk menemukan kembali harimau jawa yang sudah dinyatakan punah.

Setelah diadakan diskusi dan pemutaran film “Extinctor Alive, Javan Tiger”, tim Ekspedisi Menjemput Harimau Jawa berencana untuk menelusuri keberadaan harimau jawa pada keesokan harinya, tanggal 5 hingga 7 September 2018, di hutan Lawu Selatan.

Penelusuran yang akan dilakukan ialah diawali dengan pemasangan kamera trap pada tempat-tempat yang berpotensi dilewati harimau jawa.

“Meskipun harimau jawa telah dinyatakan punah oleh IUCN pada tahun 1973, kemudian oleh WWF pada tahun 1996, diadakannya acara ini diharapkan mampu untuk membuktikan bahwa pernyataan harimau jawa telah punah adalah salah karena saat ini telah ditemukan bukti mengenai feses, jejak, bulu, cakaran, dan laporan di berbagai tempat Jawa,” ujar Septiono.

“Dan dengan kegiatan Pemasangan Kamera Trap pada tanggal 5 hingga 7 September 2018 esok hari diharapkan mampu menemukan bukti keberadaan harimau jawa,” tutupnya.

Diskusi Lebih Lanjut :

  • Instagram : pmpakompos
  • Facebook : PMPA KOMPOS
  • Web : kompos.fp.uns.ac.id
  • Email : pmpakomposfpuns@gmail.com
  • CP : 085725484149 (Rafika Annisa)

Kontributor || Irfan Zamorano (K-574) dan Herlina Tri Kumalasari (K-561)

Editor || Alton Phinandhita Prianto

Dokumentasi, PMPA KOMPOS FP UNS

PMPA KOMPOS FP UNS

Kirim Pers Release kegiatan / artikel / berita / opini / tulisan bebas beserta foto kegiatan organisasi / komunitas / perkumpulan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan