WARTAPALA INDONESIA

PMPA KOMPOS Menggelar Analisis dan Bersih Sampah Gunung Mongkrang

Caption foto: Pembagian peserta menjadi dua kelompok saat pelaksanaan Analisis dan Bersih Sampah. (WARTAPALA INDONESIA/ Dita, Hanif dan Herlina, PMPA Kompos)

Wartapalaindonesia.com, SURAKARTA – Gunung Lawu pada bagian selatan terdapat deretan pegunungan yaitu Gunung Mongkrang, Gunung Sidoramping dan Gunung Jobolarangan. Pegunungan ini adalah pemisah dari dua kabupaten, yaitu Karanganyar dan Magetan.

Dari deretan pegunungan yang ada, Gunung Mongkrang saat ini menjadi pusat perhatian, karena banyaknya wisatawan yang berkunjung ke daerah tersebut. Gunung Mongkrang yang sering dikunjungi wisatawan hanya sampai bukit 2065, yang mana lokasi persisnya adalah sebelah selatan Gunung Lawu area basecamp Cemoro Sewu.

Banyaknya wisatawan yang menghabiskan waktu ke Gunung Mongkrang dari yang mencapai puncak, maupun hanya sekedar berfoto. Ilalang yang tumbuh di beberapa tempat semakin menarik perhatian para wisatawan untuk beramai-ramai datang.

Namun semakin banyak wisatawan yang datang, maka akan semakin banyak pula sampah yang muncul. Hal itu terjadi karena masih banyaknya wisatawan yang kurang menyadari dampak buruk akibat yang ditimbulkan sampah jika tidak dikelola dengan baik. Kurang tergeraknya wisatawan untuk membawa kembali turun sampah yang telah mereka bawa dan kecenderungan mengabaikan sampah berukuran kecil seperti bungkus permen, sedotan dan sebagainya.

Hal tersebut menjadi perhatian bagi Perhimpunan Mahasiswa Pencinta Alam (PMPA) KOMPOS Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta pada tanggal 27-28 April 2019 untuk melakukan kegiatan dengan mengambil tema yaitu Analisis dan Bersih Sampah di Gunung Mongkrang.

“Acara pengabdian ini sekaligus syarat bagi Calon Anggota untuk menjadi Anggota PMPA KOMPOS setelah dilaksanakannya Pendidikan Dasar (Diksar) pada bulan Januari lalu,” ungkap Azzam Khairullah, selaku ketua PMPA KOMPOS.

Kegiatan pengabdian kali ini, tidak hanya bersih sampah, namun juga dilakukan analisis sampah. Analisis sampah dilakukan untuk mengetahui jenis sampah yang ada di suatu tempat serta memahami penanganan apa yang tepat untuk jenis sampah tersebut. Adapun bersih sampah, dimana pembersihan sampah dilakukan di sepanjang jalur hingga puncak Gunung Mongkrang. Pengabdian ini diikuti oleh 19 orang calon angggota yang bertindak sebagai panitia dan didampingi 11 anggota PMPA KOMPOS.

Saat pelaksanaan Analisis dan Bersih Sampah, dibagi dua kelompok.

“Kami membagi rombongan menjadi dua kelompok agar analisis sampah lebih mudah dilakukan dan merata,” ungkap  Hanif selaku pengatur keberjalanan acara.

Dalam tiap kelompok juga didampingi oleh beberapa anggota dari PMPA KOMPOS. Dengan membawa trashbag, mulai memunguti sampah, dan analisis sampah dilakukan pada setiap 50 meter.

“Banyak sekali sampah yang kami temukan saat pengabdian ini, sampah yang kami temukan kebanyakan datang dari wisatawan, kami juga menemukan beberapa titik sampah yang kurang dikelola dengan tepat di Gunung Mongkrang ini,” ucap Taufik, ketua panitia pengabdian.

Sebelum dilaksanakan kegiatan ini, telah dilakukan pertemuan dengan pihak masyarakat. Mereka berkeluh kesah mengenai masalah pengelolaan sampah, karena dari pihak masyarakat sendiri merasa dirugikan akibat dibukanya kawasan wisata Gunung Mongkrang. Masalah yang mereka angkat berupa adanya tempat pembuangan akhir (TPA) sampah, akan tetapi dari pihak Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) sendiri tidak memberikan ijin sedangkan wisatawan yang mengunjungi kawasan tersebut banyak yang membuang sampah sembarangan.

“Pada hari libur biasasnya banyak wisatawan yang datang kemari,akan tetapi sampah yang mereka bawa tidak dibuang pada tempatnya,” ujar Ketua RW Tlogo Dlingo.

Hal ini membuat jalur yang seharusnya bersih menjadi kotor karena ulah wisatawan yang kurang memperhatikan sampah tersebut. Hal ini membuktikan pada kegiatan ini total sampah yang didapat sekitar 80 kg.

Harapannya melalui kegiatan ini selain pengalaman yang bisa didapatkan, semoga dari pihak masyarakat dan pihak KPH sebagai pemilik kawasan Gunung Mongkrang akan turut tergugah untuk senantiasa menjaga alam, dari segala yang dapat merusaknya, seperti sampah. Masyarakat juga lebih peduli dan turut serta kritis dalam pengelolaan sampah. Agar alam kita ini selalu terjaga yang dimulai dari diri kita sendiri. Salam Lestari !

Untuk mengenal PMPA KOMPOS lebih lanjut, hubungi:

IG: @pmpakompos

Facebook : PMPA KOMPOS

Web : kompos.fp.uns.ac.id

CP : 085834657160 (AzzamKhairullah)

Kontributor || Dita Risky Novianti, Muhammad Hanif (Calon Anggota PMPA KOMPOS) dan Herlina Tri Kumalasari (K-561)

Editor || Wahyu Agung Utomo

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: