Positive Mental Attitude, Selamatkan Survivor Tersesat

Wartapalaindonesia.com, SURVIVAL – Dunia kegiatan alam bebas baru-baru ini kembali dikejutkan dengan kabar  hilangnya pendaki di Gunung Semeru asal Cirebon. Pendaki bernamaSupyiadi (26) dan Zirli Gita Ayu Safitri (16) dilaporkan lost kontak dari rombongan sejak Kamis, 19 Mei 2016.

Kejadian singkat berawal dari Tuangkat Petugas Jaga Resort Ranupani mendapat laporan dari pendaki dengan ketua rombongan  Sukron (40) yang berprofesi sebagai guru, beralamat di desa Tegal Gubuk Kec. Arjawinangun Cirebon, bahwa 2 (dua) orang temannya tersesat/hilang di jalur puncak Mahameru ke Kalimati sejak Kamis, 19 Mei 2016 pukul 08.00 WIB.

Berkat bantuan timsar gabungan akhirnya kedua penyintas tersebut ditemukan petugas Search And Rescue Unit (SRU) Pos SAR Jember sekitar pukul 16.05 WIB pada Selasa, 24 Mei 2016 dalam keadaan selamat.

Kejadian ini memberi pelajaran bagi setiap pegiat alam termasuk pendaki untuk selalu waspada dan selalu mempersiapkan diri menghadapi segala kemungkinan yang terjadi, Wartapala Indonesia pun mencoba melakukan analisa hikmah dari kejadian tersebut dari kaca mata Survival.

Bersama Michael Antony Ugiono pakar survival dari Survival Skills Indonesia (SSI) yang dapat dihubungi di nomer 0818242779, Wartapala Indonesia menemukan fakta bahwa penyelamat utama survivor adalah sikap mental positif yang dimiliki survivor tersebut.

Sampai-sampai Om Michael sapaan akrab Michael Antony Ugiono mengatakan bahwa, “fundamentalnya survival bukan terletak pada skill, tapi mental positiv dari survivor itu sendiri yang awalnya diajarkan adalah psikologinya, melalui mental positif  yang harus dimiliki para survivor.”

“Prinsipnya, dalam keadaan survival, apa yang mempengaruhi mental Anda akan mempengaruhi Anda secara fisik,” kata Om Micahel.

Hal tersebut dikuatkan oleh penelitian yang dilakukan oleh Professor John L di Inggris selama 14 tahun, yang mengatakan bahwa banyak orang yang sudah dilatih teknik-teknik survival dalam menghadapi situasi survival, mereka tetap tidak selamat, tetapi banyak pula yang tidak dilatih suvival tapi berhasil bertahan hidup.

“Hal tersebut berkaitan dengan  mental, seorang survivor harus memiliki mental positif terhadap situasi yang dihadapinya,” tutur Om Michael yang merupakan instruktur survival di Basarnas.

Lebih jauh ternyata, sikap mental positive juga berkaitan dengan genetika. “Jadi ada dari sejak lahir orang-orang ini sudah memiliki etika mental positive, dan merekalah yang digolongkan sebagai true survivor, dan bisa dikatakan 90% akan survive jika dihadapkan dalam kondisi survival.”

“Jadi intinya, Positive  mental attidute sebagai fundamental dalam survival,” tutup Om Michael yang menyarankan kita belajar survival minimal dengan membaca artikel mengenai survival, kunjungi https://survivalskillsindonesia.wordpress.com/

Dari pengalaman  saudara kita yang selamat dalam kondisi survival tersabut, maka kita patut bersyukur dan terus meningkatkan keterampilan dan disiplin ilmu yang berkaitan dengan alam bebas, apasaja keahlian dasar yang harus dimiliki oleh para pegiat alam bebas? Ikuti artikel selanjutnya.

Pengasuh : Michael Antony Ugiono (SSI)

Ingin tanya jawab tentang Survival? Kirim pertanyaan Anda ke alamat email redaksi wartapala.redaksi@gmail.com

Kirim Pers Release kegiatan / artikel / berita / opini / tulisan bebas beserta foto kegiatan organisasi / komunitas / perkumpulan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081553355330 (Telp/SMS/WA)

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.