Profauna Camp VII, Saatnya Berbicara Kualitas

Wartapalaindonesia.com, MALANG – “Profauna Camp VII resmi dibuka,” kata Rosek Nursahid pendiri Profauna dihadapan peserta saat membuka Profauna Camp VII di Petung Sewu Wild Education Center (PWEC),  Sabtu (28 April 2018).

Agenda rutin dua tahunan yang digelar oleh perkumpulan Profauna kali ini diikuti oleh 16 peserta dari seluruh wilayah di Indonesia. Acara akan berlangsung selama 5 hari terhitung mulai tanggal 27 April 2018 berakhir pada 1 Mei 2018.

“Dalam Profauna Camp VII lebih mencari kualitas, bukan lagi kuantitas. Saya lebih baik mempunyai satu orang supporter Profauna yang mempunyai kualitas dan loyalitas setara seribu orang di tiap kota dari pada mempunyai seribu orang supporter yang kontribusinya kurang untuk Profauna,” ujar Rosek Nursahid dalam sambutannya.

Dengan adanya komitmen mencari kualitas, maka setiap hari akan ada seleksi bagi peserta Profauna Camp VII berdasarkan sistem eliminasi harian. Peserta yang kurang memenuhi standart akan dieliminasi. “Profauna sudah menemukan kurikulum terbaik setelah dilakukan uji coba pada Profauna Camp sebelumnya, jadi camp sebenarnya dimulai dari Profauna Camp VII ini,” tutur Rosek.

“Peserta tereliminasi harus tetap semangat dan tetap menjadi supporter Profauna. Apabila peserta tereliminasi itu datang dari jauh maka panitia masih menyediakan penginapan hingga camp berakhir,” tambah pria kelahiran 12 April 1971.

Al salah satu peserta Profauna Camp VII asal Sidoarjo yang tereliminasi mengatakan, “sistem eliminasi ini bagus untuk mencari kualitas, dan akan lebih baik jika peserta tereliminasi diberi kesempatan mengetahui parameter penilaian sehingga peserta dapat mengevaluasi kekurangannya dan baru dapat dikatakan pendidikan.”

“Dengan begitu unsur subjektifitas benar-benar dihilangkan, ibaratnya bagaimana orang bisa tau harus memposisikan diri dan berkontribusi apa kepada Profauna jika mau belajar saja sudah terleminiasi,” tambah pria yang mengaku sudah menunggu selama 4 tahun untuk mengikuti Profauna Camp.

Begitu pula menurut Dav peserta Profauna Camp VII asal Bandung, “kedepannya harus lebih menghargai perjuangan peserta yang jujur dengan kemampuannya, sehingga peserta seperti saya yang masih belum bisa meluangkan waktu sepenuhnya untuk Profauna dan memiliki niat mendukung dan berjuang bersama Profauna tidak menjadi setengah-setengah. Sebab perlu diingat prioritas tiap individu pasti berbeda.”

“Sesuai pesan Rosek Nursahid pendiri Profauna, peserta tereliminisi harus tetap semangat. Kami akan tetap terus mendukung Profauna selama masih dalam idealisme yang benar. Kami tidak sabar menunggu Profauna Camp selanjutnya,” ujar mereka berdua kompak.

Disamping komitmen Profauna mencari kualitas bukan lagi kuantitas, Profauna Camp VII lebih istimewa kala Rosek Nursahid megajak peserta camp mengikuti soft launching mars Profauna. “Hari ini peserta akan menjadi saksi sejarah dalam launching mars Profauna,” tutup Rosek di PWEC Malang, Sabtu (28 April 2018).

Kontributor || A. Phinandhita P.

Editor || Amita Pradana Putra

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.