Wartapalaindonesia.com, JOGJAKARTA – Hari terakhir Jambore Wanita & Gunung (WG) 2016 menjadi puncak kebersamaan antar anggota. Masih tetap dengan sharing yang merupakan cara WG untuk menimba ilmu, sharing product oleh Hitec Indonesia menjadi pembuka rangkaian kegiatan hari terakhir Jambore di Bumi Perkemahan Prambanan Jogjakarta, Minggu, 30 Oktober 2016.
Dalam sharing yang diikuti oleh 150 peserta dari berbagai daerah di Nusantara, Hitec menekankan pentingnya perlengkapan safety saat berkegiatan di alam bebas. Terlebih pentingnya memilih alas pelindung kaki bagi wanita yang sesuai untuk digunakan dalam berbagai medan.
Srikandi Mapagama UGM datang sebagai tamu istimewa pada sharing session kedua hari terakhir Jambore WG. Srikandi Mapagama UGM yang terdiri dari Eva Lutvi Atur (21th), Dita Novita Sari (20th), Chordya Iswanti (21th) dan Ria Verentiuli (19th) telah berhasil melakukan ekspedisi pendakian gunung di Himalaya hadir untuk membagikan kiat dalam persiapan pendakian, selain berbagi tentang pengalaman pendakian gunung di Himalaya tentunya.
Kunjungi : IG_@wanitagunung || Web_www.wanitagunung.id
Persiapan pendakian yang meliputi pemilihan jenis latihan fisik, formula latihan, jadwal latihan hingga mempersiapkan asupan makanan yang baik selama berkegiatan di alam, menjadi sharing yang sangat berbobot bagi peserta Jambore. Sesi tanya jawab tak luput dari agenda sharing khas WG, salah satunya tentang cara mengantisipasi jika mengalami Acute Mountain Sickness.
Menurut pengalaman Srikandi Mapagama, Acute Mountain Sickness (AMS) terjadi disebabkan oleh ketidaksiapan tubuh berada pada ketinggian. Untuk mengantisipasinya tentu dengan persiapan fisik, endurance, dan memastikan proses aklimatisasi atau adaptasi berjalan sempurna. Pertanyaan selanjutnya tentang jenis makanan yang biasa mendukung (Srikandi Mapagama) saat berkegiatan.
Dengan pengalamannya, untuk makanan berat dari Indonesia, rendang menjadi favorit Srikandi Mapagama UGM, ditambah tempe yang sudah digoreng di base camp. Sandwich, jelly, susu, coklat bar, kentang juga masuk daftar menu. “Yang jelas semua asupan makanan yang dikonsumsi sudah dihitung sesuai jumlah kalori yang dibutuhkan saat mendaki,” ungkap Eva Lutvi Atur salah satu Srikandi Mapagama UGM Jurusan Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan UGM.
Sedangkan moment paling berkesan dalam pendakian Himalaya saat itu kala pengalaman mendaki gunung bersalju, dimana lebih membutuhkan persiapan mental yang lebih matang. Puncaknya adalah kala Srikandi Mapagama berhasil mengibarkan panji Merah Putih di puncak Himalaya.
Diskusi terakhir dalam rangkaian acara Jambore WG 2016, mengambil tema tentang pentingnya sertifikasi Pemandu Gunung Indonesia yang dibawakan oleh Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) sebagai narasumber. APGI yang bernaung dibawah Kementrian Pariwisata menjelaskan tentang peraturan Pemerintah tentang sertifikasi Pemandu Gunung.
Teknis serta persyaratan pengajuan sertifikasi dibuktikan dengan pernah memandu dalam pendakian gunung minimal 2 kali pemanduan dengan menyertakan bukti dokumentasi dan laporan hasil perjalanan. Setelah itu pemandu wajib menjalani serangkaian tes dan training dari APGI guna meningkatkan kapasitas Pemandu Gunung.
Sukses WG menggelar Jambore pertamanya, tak luput dari kekompakan dan kesolidan para peserta serta inner circle WG itu sendiri. Nurul Amalia Ulfa yang akrab disapa Amel, salah satu inner circle WG asal Banyuwangi mengungkapkan, “sukses acara ini Jambore WG kali ini merupakan buah dari niat kami untuk bertemu sesama anggota WG se-Nusantara.”
Amel juga mengungkapkan pendapatnya tentang Jambore WG kali ini, “acaranya begitu seru dan berkesan, karena kita dapat bertemu teman dari seluruh penjuru Nusantara yang memiliki kesamaan hobi.”
“Walaupun Aku sebagai salah satu inner circle di WG, namun baru kali ini mendapat kesempatan bertemu sesama inner circle WG seluruh Nusantara. Dengan bertemu di Jambore ini, kami bisa mengenal lebih dekat berbagai macam kepribadian, bahasa, suku dan budaya yang keberagaman itu menjadikan kita satu dan menjadikan kami semua seperti keluarga,” lanjut Amel.
“Dan intinya melalui Jambore inilah kita saling bertemu teman se-Nusantara untuk berkumpul saling sharing tentang pengalaman pendakian yang aman dan nyaman saat traveling,” jelas Amel, salah satu inner circle WG yang berarti bagian inti dari Wanita & Gunung.
Docae, founder WG dalam kesempatan kali ini juga menyampaikan harapannya, “semoga dengan adanya Jambore kali ini, materi yang diberikan kepada peserta Jambore dapat diaplikasikan. Terutama dalam melakukan pendakian yang aman dan nyaman, selain itu tiap orang juga dapat menjaga keselarasan hidup, alam semakin asri dan hidup harmonis dalam berdampingan dengan makhluk lainnya.”
Menutup Jambore WG 2016 kali ini, untuk Wanita & Gunung sendiri, Docae berharap, “semoga tetap konsisten untuk mengkampanyekan pendakian aman dan nyaman, tetap rendah diri, teman-teman inner reguler serta pengurus semakin maju dan semakin bersahaja.”
Kontributor : Iftitah Axa (WG)
Editor : Ragil Putri Irmalia
Kirim Pers Release kegiatan / artikel / berita / opini / tulisan bebas beserta foto kegiatan organisasi / komunitas / perkumpulan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081553355330 (Telp/SMS/WA)
Dokumentasi : Jambore Wanita & Gunung 2016, Jogjakarta






Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)