Refleksi Lingkungan Bersama WALHI dalam Eiger Weekend Blast

Caption foto: Penyerahan sertifikat penghargaan dari PT. Eigerindo MPI kepada Walhi selaku pengisi Eiger Weekend Blast. (WARTAPALA INDONESIA/ Dewi Ayuningtyas)

Wartapalaindonesia.com, SURABAYA – Eiger Weekend Blast (EWB) tentu sudah tidak asing lagi bagi para Eigerian. Kegiatan yang rutin diadakan setiap dua minggu sekali pada hari Sabtu di seluruh Eiger Adventure Flagship Store.

Seperti biasanya, EWB dikemas menarik dengan serangkaian kegiatan, diantaranya fashion show, eiger coffe show, doorprize, live music, dan sharing session.

Bertempat di Eiger Flagship MERR, Jalan Dr. Ir. H Soekarno No. 297-299 Kedung Baruk Rungkut Surabaya, acara ini dihadiri oleh puluhan Eigerian dan komunitas pecinta alam di Jawa Timur.

Weekend Blast ini kegiatan yang menarik dan mengedukasi,” ujar Putut dari Komunitas Gimbal Alas.

Pada sharing session kali ini (27/7), Eiger berkolaborasi dengan Walhi atau Wahana Lingkungan Hidup Jawa Timur dengan mengusung tajuk “Lingkungan Hidup di Era Milenial” yang langsung disampaikan oleh Catur, salah satu pegiat Walhi.

Bumi Indonesia dengan potensi sumber daya alam melimpah tidak selaras dengan sikap dan tindakan bijak dalam pemanfaatannya. Eksploitasi sumber daya alam yang tidak dibarengi dengan kesadaran dan kebijakan menimbulkan dampak krisis lingkungan di berbagai daerah.

Catur menuturkan beberapa fenomena krisis lingkungan tidak hanya soal kerusakan fisik saja, melainkan juga kebijakan pemanfaatan sektor pariwisata. Contoh krisis lingkungan di sekitar seperti lumpur lapindo di Sidoarjo yang digunakan sebagai sektor pariwisata.

Catur menambahkan indeks penderita ispa atau infeksi saluran pernapasan di Sidoarjo berdasarkan catatan puskesmas Porong Sidoarjo tahun 2005 tercatat sebanyak 23 ribu, pada tahun 2006 sebanyak 28 ribu, dan tahun-tahun berikutnya terus meningkat. Berkaca dari fenomena lumpur lapindo, krisis lingkungan dapat mengancam kesehatan dan keselamatan masyarakat.

Melihat fenomena krisis lingkungan saat ini, lalu bagaimana kaum milenial berkontribusi bagi kelestarian lingkungan?

“Kontribusi pada penyelamatan lingkungan itu tidaklah susah, lakukan hal-hal yang mudah dari kebiasaan sehari-hari seperti mengurangi penggunaan kendaraan sendirian,” pesan Catur.

Kontributor || Dewi Ayuningtyas, Universitas Negeri Surabaya

Editor || Nindya Seva Kusmaningsih, WI 160009

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: