Rektor Universitas Muhammadiyah Luwuk : Anggota Mapala Dituntut Paham Hukum Lingkungan

Caption foto : Rektor Universitas Muhammadiyah Luwuk (UML) Dr. Sutrisno K Djawa, SE, MM. Bersama peserta Pediksaba dan pengurus Mapalamu. (WARTAPALA INDONESIA / Akbar Djumaan)

WartapalaIndonesia.com, Luwuk – Rektor Universitas Muhammadiyah Luwuk (UML) Dr. Sutrisno K Djawa, SE, MM. memberi apresasi tinggi kepada 10 orang mahasiswanya yang mengikuti Pediksaba Anggota Baru Angkatan XVII, Mapala Universitas Muhammadiyah Luwuk (Mapalamu).

Apresiasi diberikannya tatkala membuka acara Pediksaba (Pendidikan Dasar Anggota Baru), sekaligus melepas secara resmi peserta yang hendak berangkat ke lokasi Pediksaba yang berada di Hutan Konservasi Lombuyan Desa.Salodik Kecamatan Luwuk Utara, Kabupaten. Banggai. Sulawesi Tengah.

Turut hadir di acara yang diselenggarakan di ruang rektorat UML, pada hari Jum’at, 7 Oktober 2022, adalah pengurus Mapalamu, serta dua senior Mapalamu yang juga mewakili Pengurus Pusat SARMMI (SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia). Keduanya adalah Adeputra Ode Amane, S.Sos. M.Si, dan  Akbar Djumaan, S.Ip.

Selain memberi apresiasi, kepada peserta Pediksaba dan pengurus Mapalamu, Dr. Sutrisno K Djawa berpesan, agar mereka menjadi ujung tombak untuk menuntaskan masalah lingkungan, konservasi dan semacamnya.

Di era kekinian, lanjut Dr. Sutrisno, Mapala juga dituntut memiliki kemampuan di bidang hukum lingkungan, dan disiplin ilmu lain yang terkait.

“Anggota Mapala selain harus senantiasa menjaga kemampuan fisik, juga harus meningkatkan kemampuan dan pemahaman terhadap hukum lingkungan, serta keilmuan lain yang sejenis,” terang Dr. Sutrisno.

Tuntutan itu muncul terang Dr. Sutrisno, karena seiring perkembangan zaman, pertambangan mulai merambah wilayah Kabupaten Banggai. Ditariknya Dinas Kehutanan ke tingkat provinsi, menyebabkan pengawasan hutan menjadi mulai berkurang.

“Di situasi seperti sekarang ini, anggota Mapalamu bersama penggiat alam, dituntut harus lebih konsen terhadap lingkungan. Kalian juga harus konsen di Hutan Penyanggah Kota dengan kontur kota, karena semakin hari mulai dirambah,” imbuh Dr. Sutrisno.

Sementara itu, Ketua Umum Mapalamu Moh. Fazry Darianto menjelaskan, Pediksaba dilaksanakan mulai tanggal 7 Oktober sampai dengan 21 Oktober 2022.

Selama Pediksana, peserta mendapat 11 materi, yakni Navigasi Darat. Caving. Rock Climbing. Mountenering. Pionering. Tali temali. SAR (Search & Rescue). Pertolongn Gawat Darurat. Manajemen Perjalanan. Survival. Zologi Botani Praktis.

Terkait pesan-pesan yang disampaikan Rektor Dr. Sutrisno, Fazry Darianto mengaku setuju dan mendukung.

“Peserta Pediksaba akan kami didik secara totalitas. Baik saat Pediksaba maupun setelahnya. Sehingga nantinya anggota Mapalamu dapat menjadi figur berkualitas yang mampu menjadi ujung tombak di tiap masalah lingkungan seperti yang diharapkan rektor kami,” tegas Fazry Darianto. (AS)

Kontributor || Akbar Djumaan
Editor || Ahyar Stone, WI 21021 AB 

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.