Wartapalaindonesia.com, MAKASSAR – Mengeringnya peradaban ditandai dengan manusia yang tanpa beban saling menfitnah, menyusun taktik dan siasat untuk saling memusnahkan. Saling menghancurkan tanpa timbangan moralitas, norma dan agama yang berakibat pada punahnya spirit humanism dalam peradaban.
Yang paling parah, Manusia sepertinya lupa esensi kelahirannya sebagai PAJAGA LINO ( Penjaga Bumi).
Dan tidaklah kuciptakan jin dan manusia selain untuk menjadi khalifah dibumi ini
Pajaga Lino Adalah manusia yang seharusnya. Sang maha pencipta menciptakan mahluk paripurna dengan keelokan bentuk tubuh akal/fikiran, Intuisi, Cinta, Kehendak, Kemampuan Imajinasi, Kemampuan estetika serta sederet kelebihan-kelebihan lainnya dengan tujuan agar bisa menjadi khalifah dalam rangka menghadirkan rahmat bagi seluruh alam.
Gerak ritual art dalam karya seni ini, sesungguhnya adalah sebuah pesan untuk peradaban. Sebuah gerak protes atas prilaku manusia dan alam yang bergerak tidak seimbang.
Sebuah karya seni yang mengemban amanah suci, Bahwa Bumi Manusia harus hidup dalam keimbangan dan damai. Karena sesungguhnya kita (Manusia) adalah pewaris, kita adalah pelestari. Karna Kita adalah Maha karya paripurna.
Kontributor : Mayor Ibo
Editor : Ragil Putri Irmalia
Kirim Pers Release kegiatan / artikel / berita / opini / tulisan bebas beserta foto kegiatan organisasi / komunitas / perkumpulan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081553355330 (Telp/SMS/WA)
Dok

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)