Caption foto: SUTT PLTU Batubara Teluk Sepang Kota Bengkulu yang melalui rumah warga di Desa Babatan Kabupaten Seluma (WARTAPALA INDONESIA, Soprian Ardianto)
Wartapalaindonesia.com, BENGKULU – Dampak lingkungan disekitar PLTU Batubara Teluk Sepang secara umum memang nyata adanya, seperti salah satunya Radiasi yang ditimbulkan oleh SUTT (Saluran Listrik Tegangan Tinggi) yang sangat berbahaya bagi kehidupan masyarakat sekitanya.
Radiasi yang ditimbulkan oleh SUTT PLTU Batubara sangat berbahaya bagi kesehatan. Warga yang rumahnya di lalui oleh SUTT tentunya akan mengalami kerugian yang sangat besar bagi masyarakat. Selain kerugian dari dampak radiasi, warga juga dirugikan di bidang material.
Seperti salah satu Rumah warga yang dilalui kabel SUTT, Juanto, Desa Babatan Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, dirinya mengatakan sejak kabel SUTT melewati Rumahnya, banyak kejadian-kejadian terjadi, seperti kebisingan dari tiang SUTT, hawa panas, dan aliran listik menyaluri rumahnya.
“Semenjak Rumah kami dilewati SUTT banyak keanehan, seperti kebisingan suara dari tiang SUTT, Rumah kami dialiri listrik mulai dari atap Rumah, besi-besi yang ada dirumah (atap Rumah) dialiri Listrik, kabel TV juga dilari listrik, TV pun layarnya bergaris-garis,” ungkap Juanto, saat mengikuti Diskusi melalui kanal Youtube Kanopi, Selasa malam (10/08/2021).

Tidak itu saja, sambung Juanto, dirinya juga menyampaikan istrinya pernah kepental (terlempar) keluar Rumah akibat sengatan listrik dari SUTT yang mengaliri rumahnya, apapun yang dipegang di Rumah bisa dialiri listrik (kesentrum), mulai dari atap rumah, tojok sawit ketika nyentuh atap rumahpun dialiri Listrik.
“Istri saya kepental (terlempar) ketika sedang memegang besi di rumah dan juga kesentrum ketika menjemur pakaian (tempat jemuran terbuat dari besi), ini kemudian kami buktikan dengan menggunakan alat listrik (Obeng tespen) menyalah, dan ketika sedang didalam rumahpun tidak nyaman karena hawanya sangat panas,” katanya.
Juanto juga menceritakan awal mula SUTT didirikan, semuanya tidak ada proses Sosialisasi perihal dampak, dan untuk ganti rugi hanya diberikan ganti rugi oleh pihak PLTU, melainkan hanya diberi uang yang jumlahnya sangat jauh lebih sedikit dari kerugian yang didapat kami alami. “Kami hanya bisa pasrah atas kerugian ini,” ungkapnya.
Diwaktu yang berbeda sebelumnya Wartapalaindonesia.com, melalui pihak PLTU Batubara Teluk Sepang saat dikonfirmasi perihal kejadian ditengah-tengah masyarakat dirinya menyebutkan bahwa saat ini unit Transmisi sedang dalam perbaikan serta belum beroperasi.
“Saat ini unit Transmisi kami sedang dalam finishing perbaikan serta belum beroperasi secara optimal, sehingga tidak mungkin mengalirkan listrik ke rumah warga. Silahkan koordinasi dengan pihak PLN sebagai ahli listrik untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut,” jelas Soraya.
Kontributor || Soprian Ardianto, WI 200136
Editor || Nindya Seva Kusmaningsih, WI 160009
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)