Wartapalaindonesia.com, SURABAYA – Berakhir sudah proyek lima tahun IUWASH, yang didukung oleh USAID, di 12 kabupaten/kota di Jawa Timur. Dalam upacara penutupan yang diselenggarakan di Isyana Ballroom Hotel Bumi Surabaya (3/3), proyek IUWASH berhasil menjalankan programnya meningkatkan akses sanitasi dan air bersih beberapa kabupaten/kota di Jawa Timur.
Berakhirnya program IUWASH bukan berarti tanggungjawab meciptakan akses sanitasi dan air bersih selesai. Program ini diharapkan menjadi pemicu kesadaran masyarakat terhadap lingkungan yang bersih dan sehat. Berbagai layanan sudah tersedia, masyarakat yang dibantu oleh pemerintah setempat, mampu menjaga dan melanjutkan kebiasaan hidup bersih. Peran IUWASH hanya sebagai pendamping dan contoh melaksanakan program tersebut. Berbagai solusi dalam pengelolaan air limbah, yang terbukti berhasil di beberapa daerah, bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain melakukan tindakan serupa.
Air minum dan sanitasi merupakan elemen dasar dalam kehidupan. Kemajuan suatu negara bisa dilihat dari kebiasaan masyarakatnya terhadap lingkungan. Menciptakan komitmen terhadap lingkungan yang bersih dan sehat, menjadi tanggungjawab semua pihak. “Sanitasi yang sehat itu untuk anda, kita, dan mereka,” ujar Foort Bustraan, Deputy Chief of Party IUWASH.
Pemerintah merencanakan akses universal dengan mencapai 100-0-100. “100% masyarakat Indonesia terlayani air minum, 0% daerah kumuh, 100% masyarakat Indonesia terlayani akses sanitasi yang baik,” ungkap Direktur Perumahan dan Pemukiman Bappenas, Nugroho Tri Utomo. Menurut informasi dari Heather D’Agnes, Environment of Deputy Director of USAID Indonesia, program selanjutnya akan diselenggarakan proyek IUWASH+ yang bergerak dalam air minum yang sehat. Proyek ini masih dalam tahap tendering untuk menentukan daerah yang akan menjadi peserta.
Selain itu, USAID juga menyelenggarakan proyek APIK, Adaptasi Perubahan Iklim dan Ketangguhan di Jawa Timur yang sejak tahun 2011. Program ini bertujuan membantu masyarakat menghadapi dampak perubahan iklim dan menekan resiko terhadap bencana.
Kontributor : A. Phinandhita P.
Editor : Ragil Putri Irmalia
Kirim Pers Release kegiatan / artikel / berita / opini / tulisan bebas beserta foto kegiatan organisasi / komunitas / perkumpulan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081553355330 (Telp/SMS/WA)
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)