Caption foto : Panitia, instruktur dan peserta Diklatsar ke 30 Sapta Pala SMAN 7 Jakarta. (WARTAPALA INDONESIA / Dok. Sapta Pala)
WartapalaIndonesia.com, Jakarta – Hutan Mandalawangi di Bogor menjadi kawah Candradimuka bagi 8 anggota Sapta Pala SMA Negeri 7 Jakarta yang mengikuti Pendidikan dan Latihan dasar (DIklatsar) ke 30, yang berlangsung selama 4 hari.
Sebelumnya Diklatsar 8 anggota Sapta Pala tadi sudah melalui beberapa tahapan seperti pendaftaran, materi kelas, tes kesehatan sampai dengan materi di luar ruang.
Mereka juga mengikuti cek kesehatan yang dilakukan oleh Sr. Puji Hastuti, S.kep, Ners pada 20 januari 2023.
Menurut Puji Hastuti, kondisi kesehatan 8 anggota Sapta Pala tersebut, layak untuk mengikuti Diklatsar.
Pengampu materi lapangan Diklatsar ke 30 adalah bebebrapa senior Sapta Pala, mereka antara lain adalah Asep Sutisna, M. Fauzi dan Nurcholish.
Diterangkan oleh Asep medan latih ini disesuaikan dengan materi gunung hutan. Namun materi dasar memanjat serta tali temali juga diajarkan.
“Sarana alam seperti pohon, dahan juga menjadi media untuk mereka berlatih,” imbuhnya.
Sementara itu, Nurcholis menuturkan, selama ini Sapta Pala selalu hadir dalam kebencanaan besar di Indonesia. Jadi menjadi mutlak bagi para siswa untuk belajar navigasi, survival, SAR dan lain sebagainya. Termasuk materi keorganisasian.
Selain diajarkan materi seperti itu, peserta Diklatsar juga diajarkan mencintai lingkungan, di mana manusia menjadi bagian yang tak terpisahkan dari alam. Untuk itu fungsi kita sebagai khalifah mesti menjaganya, berbuat adil hingga apa yang dicita-citakan Pecinta Alam di Indonesia yakni bumi akan lestari dapat terwujud.
Saat pelaksanaan Dilatsar, beberapa kali hujan turun. Kendati begitu kata Fauzi Diklatsar tetap dilanjutkan. Dalam situasi hujan peserta Diklatsar diajarkan cara beradaptasi, bagaimana bertahan hidup, hingga bisa bermanfaat bagi kehidupan.
“Di situlah mereka mendapatkan pendidikan karakter yang sesungguhnya, karena alam selalu memberikan kejujuran, ada hujan, musim kering, gemuruh, gempa, banjir, yang kesemuanya harus kita bisa pelajari hingga kita mampu memitigasi dan beradaptasi dengan lingkungan,” pungkas Fauzi. (AS)
Kontributor || Fadlik Al Iman
Editor || Ahyar Stone, WI 21021 AB
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)