Scraft : Antara Identitas Dan Penghargaan

Wartapalaindonesia.com, OPINI – Beberapa dari kita mungkin sempat bertanya-tanya tentang beberapa hal kala menjadi anggota baru di organisasi pencinta alam, pertanyaan itu salah satunya adalah tentang scraft. Ya, kebanyakan dari organisasi pencinta alam menggunakan scraft dengan beragam warna namun dengan bentuk yang sama. Penggunaannya pun sama, dikalungkan di leher dan pundak dengan ikatan di depannya seperti memakai sebuah hasduk.

Beberapa dari kita pasti setuju jika untuk memperoleh scraft itu bukan dengan cara yang mudah, perlu pengorbanan berupa jiwa, hati, raga, waktu sampai materi. Beberapa dari kita juga akan mempertahankan scraft dan rela terkena sanksi apabila kita lalai dalam penggunaan scraft.

Namun setelah mendapatkan apakah ada yang bertanya untuk apa scraft tersebut digunakan? Setelah melalui beberapa wawancara ke berbagai narasumber, litbang Wartapala Indonesia memiliki tiga hasil teratas dari wawancara yang dilakukan dengan beberapa sample data, hasil tersebut adalah :

  • Sebagai penanda/identitas, baik penanda organisasi maupun penanda tingkat kedudukan.
  • Sebagai bentuk apresiasi organisasi terhadap pengguna scraft tersebut.

Dua jawaban di atas nampaknya cukup relevan jika ditinjau dari fungsi scarft itu sendiri, para pegiat alam bebas biasanya menggunakan berbagai macam baju dan perlengkapan safetynya. Termasuk dalam berkegiatan di alam bebas, kita mesti menyesuaikan scraft kita dipakai untuk apa.

Jika untuk penanda, scraft tersebut sudah sangat relevan bagi pegiat alam, di mana scraft terletak paling luar dan dapat dilihat dari kejauhan, selain itu scraft juga tidak mengganggu penggunaan pakaian di tubuh, sehingga bermcama pakaian yang kita kenakan, scraft tetap akan terlihat sama.

Bersamaan dengan jawaban tersebut, pendapat Abi Manyu, salah seorang tokoh pencinta alam di Jawa Timur juga turut bersuara,

Scraft merupakan sebuah penghargaan/apresiasi dari organisasi bagi anggotanya, scarft bukan hanya penanda sebab scarft sendiri merupakan salah satu nyawa, bagaimana kita memaknai nyawa yang diberikan oleh organisasi? kembali pada diri sendiri.

referensi mengenai scraft sendiri dapat dicek di http://www.timetoscarf.com/serba-scarf/scarf.

Tulisan : A. Phinandhita P.

Editor : Efrina Fitrianingrum

Kirim Pers Release kegiatan / artikel / berita / opini / tulisan bebas beserta foto kegiatan organisasi / komunitas / perkumpulan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081553355330 (Telp/SMS/WA)

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.