Sejarah Wartapala Indonesia dan Jurnalisme Lingkungan

Caption foto: Peserta saat mengikuti kegiatan Webinar Sejarah Wartapala Indonesia dan Jurnalisme Lingkungan (WARTAPALA INDONESIA, KP Palu) 

Wartapalaindonesia.com, PALU – Wartapala Indonesia merupakan lembaga pers pecinta alam yang hadir sejak tahun 2015, dengan konsistensi kinerja para anggota maka Wartapala Indonesia telah tersebar dari Sabang sampai Merauke. Tepat pada tahun 2020 Wartapala Indonesia telah meresmikan Kantor Perwakilan Wartapala Indonesia Kota Palu.

Sebagai kantor perwakilan yang baru di resmikan, Wartapala Indonesia KP Palu melakukan Webinar terkait Sejarah Wartapala Indonesia dan Jurnalisme Lingkungan yang di sajikan oleh Puspita N. Anggraini selaku direktur Utama Wartapala Indonesia dan di ikuti oleh peserta perwakilan Aceh, Jogja, Bengkulu, Mojokerto, Jakarta dan Surabaya.

Pukul 20:00 WITA, kegiatan yang dimoderatori oleh Roland Putra Pribadi Ahmad selaku Sekretaris WIKP Palu, dimulai. Diawali dengan Pengenalan Sejarah Wartapala Indonesia.

“Wartapala Indonesia hadir dengan moto media “berita baik bisa jadi berita baik”, soal Kredibilitas dan Kapabilitas Wartapala Indonesia telah menciptakan wartawan yang professional dari tingkat nasional hingga ke tingkat internasional,” ujar Puspita N. Anggraini, Rabu (24/03/2021) malam.

Wartapala Indonesia juga memiliki tim khusus advokasi yang dapat melindungi keamanan jurnalis. Sehingga pimpinan redaksi sangat yakin bahwa Wartapala Indonesia bisa menjadi media pers yang dapat menarik dan menjaga kepercayaan publik.

Pukul 21:30 WITA, Kegiatan dilanjutkan dengan materi Jurnalisme Lingkungan, walaupun beberapa kali koneksi jaringan putus, namun masih terkendali. Pada sesi diskusi mengenai jurnalisme lingkungan, Puspita N. Anggraini mengatakan bahwa situasi jurnalis saat ini sangat memprioritaskan nilai jual atau provit tulisan dari pada kualitas tulisan. Oleh karena itu wartapala Indonesia hadir sebagai media pers yang idealis.

“Meskipun saya sudah menciptakan karya tulis berupa buku dan novel, tapi malam ini saya masih juga mendapatkan ilmu baru,” komentar Ahyar, Direktur WIKP Jogjakarta yang juga hadir sebagai peserta webinar.

“Sebaiknya diadakan pelatihan lanjutan terkait teknik dasar jurnalis dan jurnalisme” Usul dari Peserta Webinar.

Asiknya sesi diskusi ini membuat seluruh peserta lupa waktu, sehingga memaksa moderator harus mengakhiri acaranya. Pukul 22:30 WITA, “Terimakasih banyak semuanya yang telah bergabung dalam kegiatan kami, semoga kedepan kita terus bersemangat untuk saling membesarkan Wartapala Indonesia di KP masing2,” ujar Direktur WIKP Palu, Alief Veraldhi, menutup acara.

Kesimpulan dari webinar ini yaitu:

  1. Jurnalis ialah penulis. Jurnalisme ialah profesi penulis. Jurnalistik ialah aturan/kaidah-kaidah penulis.
  2. Kegiatan Jurnalis ialah menulis, menulis dan menulis sebab pembaca tidak dapat membaca jika tida ada penulis.
  3. Menulis bertujuan untuk menandakan anda pernah hidup di bumi dan sebagai langkah awal dari kemerdekaan yang sesungguhnya.
  4. Literasi merupakan salah satu kunci untuk menjadi jurnalis.

Kontributor || KP WI Palu

Editor || Soprian Ardianto, WI 200136

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.