Selamatkan Mata Air Pegunungan Wilis

Caption foto: Para peserta kegiatan bergotong royong membawa bibit tanaman. (WARTAPALA INDONESIA/ Agid Antaris)

Wartapalaindonesia.com, NGANJUK – Gunung Wilis merupakan sebuah gunung berapi (istirahat) dengan kaldera besar yang sudah membentuk hutan dan lembah-lembah kecil di dalamnya, terletak di Jawa Timur.

Hutan dan lembah-lembah kecil yang menjadi satu rangkaian dari Penggunungan Wilis ini terletak di enam wilayah, diantaranya Kabupaten Kediri, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Madiun, Kabupaten Ponorogo, dan Kabupaten Trenggalek.

Memiliki beberapa puncak dan terdapat enam jalur konvensional yang bisa dilalui, puncak tertingginya bernama puncak Ngliman yang terletak di wilayah Kabupaten Nganjuk dengan ketinggian 2.563 mdpl.

Pegunungan Wilis memiliki sejumlah mata air, yakni sebanyak 38 air terjun dan dinobatkan sebagai gunung air terbesar di tanah Jawa.

Akan tetapi predikat gunung air kini mulai sirna karena sejumlah mata air di Pegunungan Wilis kian kritis akibat didefortasi besar-besar an di kawasan hutan konvervasi. Lereng Gunung Wilis merupakan lahan yang kritis, kerawanan ini dipicu dengan perubahan penggunaan lahan yang terjadi pada kawasan hutan yang berada di Lereng Gunung Wilis ini.

Salah satu perubahan lahan yang terjadi adalah adanya konversi dari hutan ke dalam lahan pertanian dengan cara pembakaran hutan secara liar yang terjadi pada hutan produksi yang ada di kawasan Lereng Gunung Wilis (dikutip dari website Wikipedia: Gunung Wilis mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan hutan Ericaceous atau hutan gunung).

Namun Destana (desa tanggap bencana) Desa Bareng menggelar aksi selamatkan mata air. Sebanyak 50 lebih perwakilan aktivis lingkungan yang berpartisipasi, diantaranya Pelestari Kawasan Wilis (Perkawis), LPBI NU, Banser, Bayu Arca Pada, dan MPA Duta Wilis.

Kegiatan ini digelar di pos 2 pendakian Wilis puncak Jontani (1595 mdpl) via Bareng, tepatnya berada di Desa Bareng, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk pada Minggu, (16/1/2021) pagi.

“Acara ini bertujuan untuk mengantisipasi kekeringan sumber mata air di Wilis,” papar Narto Wibowo, ketua kegiatan dan juga Lurah Desa Bareng.

Narto juga mengajak warganya untuk peduli akan pelestarian hutan dan sumber air di kawasan Wilis.

Ratusan bibit bambu dan beringin yang akan ditanam di sekitaran mata air lereng Gunung Wilis. Bibit yang diperoleh dari hasil swadaya masyarakat Desa Bareng itu membuktikan bahwa warga desanya masih peduli terhdap lingkungan, khususnya kawasan Wilis.

“Harapan kami gerakan penanaman pohon bukan sekedar seremonial saja, tapi harus dirawat dan juga harus ada pemantauan supaya nanti bisa bermanfaat untuk hutan, lingkungan, dan tentunya masyarakat sekitar. Semoga langkah ini semakin menguatkan dan meneguhkan kita semua, sebab tanpa bergerak bersama niscaya apa yang kita inginkan Wilis menjadi cagar budaya dan sebagai sumber mata air akan sirna,” ujar Tofan Ardi, salah satu peserta Aksi Selamatkan Mata Air dari Perkawis.

Kontributor || Agid Antaris, WI 200099

Editor || Idfiandini Darayani, WI 170019

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.