Selamatkan Nyawamu dengan Belajar Uitemate

Foto : A. Phinandhita P. Wartapala Indonesia pelatihan Uitemate bersama Survival Skills Indonesia

Wartapalaindonesia.com, SAFETY GUIDE – Tidak bisa berenang? Bagaimana jika suatu saat kita harus dihadapkan dengan musibah yang berhubungan dengan air, tenggelam atau jatuh di dalam sungai misalnya? Sudah siap sediakah Anda menerima kemungkinan terburuknya?

Di Indonesia, yang merupakan negara kepulauan, hendaknya kita meningkatkan kapasitas diri untuk selalu siap sedia terhadap bencana lingkungan sekitar yang paling ekstrim. Salah satunya adalah dengan belajar berenang.

Namun bagaimana jika sebelum kita belajar berenang, tapi musibah itu sudah terlebih dahulu menghampiri kita?

Tenang, semua ada solusinya. Salah satunya dengan belajar Uitemate, apa itu Uitemate? Simak penelusuran Wartapala Indonesia yang baru-baru ini menghadiri pelatihan Uitemate yang digelar oleh Survival Skills Indonesia.

Apa itu Uitemate?

“Bertahan Hidup dengan cara Mengapung dan Menunggu” atau dalam bahasa Jepang “Uitemate”.

Konsep Uitemate dapat digunakan sebagai cara penyelamatan sekaligus mengurangi jumlah korban saat terjadi kecelakaan di air.

Ide tentang Uitemate muncul sejak tahun 1993, yang dipromosikan Profesor Hidetoshi Saito dari Universitas Teknologi Nagaoka, Jepang.

Ide Uitemate tercetus kala ia mendapatkan ilham ketika melihat daun yang mengapung di air.

Saito sendiri merupakan seorang rescuer yang berpengalaman terutama di laut. Ia terlibat dalam misi penyelamatan lebih dari 20 tahun.

Sasaran Uitemate

“Ditujukan untuk orang yang tidak bisa berenang maupun untuk mereka yang bisa berenang namun menghadapi situasi yang berbahaya,” menurut Michael Antony Ugiono, (4/6) pelatihan Uitemate bersama Survival Skills Indonesia.

Bagi mereka yang belum bisa berenang saat terjatuh ke dalam air, reaksi spontan adalah berusaha untuk berenang walaupun ternyata ia tidak pandai berenang.

Dengan spontan korban juga akan melambai-lambaikan tangannya sambil berteriak minta tolong, tangan yang mengarah ke atas sebenarnya malah akan membuat korban menjadi semakin mudah tenggelam.

Menurut Saito, tindakan tersebut salah. Yang harus dilakukan adalah berusaha agar tetap mengapung memakai teknik Uitemate dan tunggulah hingga bantuan datang.

Apa saja yang harus diperhatikan dalam Uitemate?

Dalam mempelajari Uitemate, tidak bisa instan. Namun begitu, banyak juga yang langsung bisa melakukan teknik Uitemate, terutama yang memiliki rongga udara yang besar di tubuhnya.

“Kuncinya rileks dan mengatur nafas dengan benar,” terang Michael Antony Ugiono.

“Kita juga bisa menggunakan alat bantu maupun tanpa menggunakan, jika menggunakan alat bantu, apapun yang ada di sekitar kita dan bisa mengapung bisa menjadi alat bantu mengapung,” lanjut Michael Antony Ugiono.

Dalam hal ini kita bisa menggunakan botol air mineral kosong sebagai alat bantu mengapung, juga bisa menggunakan sepatu sebagai alat bantunya.

“Sebab saat orang yang dihadapkan pada situasi tenggelam misalnya, biasanya masih menggunakan pakaian lengkap,” lanjut Micahel Antony Ugiono.

Hal ini juga berdasar pada kisah dari Saito sang pencetus Uitemate.

Pada 2008, di Kobe lima orang tenggelam di sungai Toga ketika hujan badai, seorang anak SD dapat diselamatkan karena ia bertahan hidup dengan cara memeluk tas rangsel-nya.

Para ahli mengatakan, seseorang dapat dengan mudah mengapung di permukaan air seperti layaknya Berang-berang, dengan hanya memegang sesuatu seperti botol plastik kosong.

Peristiwa menakjubkan lainnya terjadi saat Jepang dihantam Tsunami pada 11 Maret 2011, murid-murid SD di Prefektur Miyagi selamat dari tenggelam karena menggunakan teknik Uitemate.

Saat gempa terjadi, mereka dievakuasi ke gedung olahraga, namun tak lama kemudian mereka terjebak air tsunami yang masuk ke dalam gedung dan air makin lama makin meninggi.

Ketika bencana berlalu, para rewalan dibuat takjub saat masuk ke dalam gedung tersebut, tak ada satu pun murid yang tewas tenggelam. Seorang guru mengatakan mereka selamat karena menggunakan teknik Uitemate untuk mengapung.

Kebetulan teknik ini telah dipelajari pada saat pelajaran renang. Teknik ini memang telah diajarkan di seluruh Sekolah Dasar di Jepang. Dan sekarang terus dikampanyekan Saito ke seluruh penjuru dunia.

Teknik Uitemate

  • Pertama, ambil nafas dalam-dalam, lalu keluarkan perlahan
  • Ke dua, posisikan tubuh seperti posisi terlentang
  • Ke tiga, hadapkan wajah ke posisi atas, untuk memastikan kita tetap bisa bernafas
  • Ke empat, rentangkan tangan dan kaki selebar mungkin
  • Ke lima, nafaslah teratur seperti biasa, jangan terlalu lama menahan nafas sebab akan membuat kita semakin cepat capek
  • Ke enam, jika ada alat bantu, gunakan alat bantu dan dekap di dada ataupun sepatu yang bisa membuat kaki tetap mengapung
  • Ke tujuh, usahakan serileks mungkin hingga bantuan datang

Catatan Uitemate

  • Latih terus teknik Uitemate, dan usahakan didampingi instruktur
  • Jika tenggelam maka banyak faktor, terutama kurang tenang
  • Terkadang ada orang yang tenggelam saat Uitemate karena perbandingan rongga udara lebih kecil dari masa otot tubuh, sebab itu berlatih merupakan cara untuk bisa Uitemate
  • Belajar tentang Uitemate mungkin bisa menyelamatkan, tapi takdir tetap menjadi kuncinya

Jadi siapkan diri Anda dalam segala hal. In Omna Paratia.

Kontributor : A. Phinandita P.

Editor : Ragil Putri Irmalia

Kirim Pers Release kegiatan / artikel / berita / opini / tulisan bebas beserta foto kegiatan organisasi / komunitas / perkumpulan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081553355330 (Telp/SMS/WA)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini:
Positive SSL