Semarak Hari Bumi Kampoeng Sinaoe Sidoarjo

Wartapalaindonesia.com, SIDOARJO – Dalam rangka memperingati hari bumi yang dilaksanakan Minggu kemarin (29/4/2018), Kampoeng Sinaoe mengadakan Semarak Hari Bumi, selain bazar dan workshop terdapat bincang bumi.

Acara ini menghadirkan narasumber Rony Irawanto, S.Si, MT, sebagai peneliti di Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Purwodadi – LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia).

Bincang bumi ini membahas pengolahan limbah cair domestik di perkotaan dengan teknik fitoremediasi sebagai upaya mengurangi pencemaran lingkungan.

Fitoremediasi adalah teknologi alami yang memusatkan peran tumbuhan untuk mengubah zat kontaminan menjadi berkurang atau tidak berbahaya bahkan menjadi bahan yang dapat digunakan kembali oleh tumbuhan.

Konsep fitoremediasi ini belum banyak dikenal oleh masyarakat. Padahal penerapan fitoremediasi sangat mudah dan murah serta ramah lingkungan.

Rony mengatakan dengan semakin meningkatnya limbah atau pencemar yang dibuang ke lingkungan, harus diimbangi dengan aksi nyata untuk mengatasi pencemaran lingkungan yang berbasis tumbuhan, mengingat tingginya keanekragaman tumbuhan di Indonesia.

“Fitoremediasi merupakan salah satu solusi permasalahan lingkungan yang sederhana dan ramah lingkungan. Selain eceng gondok dan kayu apu yang sudah banyak digunakan dalam fitoremediasi, sebenarnya banyak sekali tumbuhan asli Indonesia yang potensial,” katanya.

Rony menyebutkan tumbuhan lokal di suatu tempat mungkin potensi sebagai fitoremediasi, apalagi non-pangan dan mampu beradaptasi pada kondisi tercemar. Berbagai tumbuhan air atau sering juga disebut tumbuhan akuatik mempunyai tingkat kemampuan berbeda-beda dalam menyerap polutan atau limbah cair baik organik maupun anorganik, telah ditelitinya.

Meskipun pencemaran lingkungan disaat ini terkesan sangat sulit untuk dihindari, sedapat mungkin mengurangi dan mengendalikan dengan upaya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan perlu terus dilakukan melalui diskusi dan edukasi.

Bincang bumi tersebut dihadiri oleh guru-guru beserta siswa-siswi tingkat SLTA dan beberapa mahasiswa dari perguruan tinggi di Surabaya, serta para komunitas peduli lingkungan disekitarnya.

Bincang-bincang tersebut, tidak berhenti sebatas peringatan hari bumi, namun membawa ide-ide dan aksi-aksi peduli lingkungan yang akan dilakukan secara rutin oleh komunitas Kampoeng Sinaoe kedepan.

Kontributor || Rony Irawanto

Editor || A. Phinandhita P.

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.