Sempena Bulan Pengurangan Risiko Bencana, SARMMI Adakan Webinar JSA di Ruang Terbatas

Caption foto : Peserta Webinar Teknik Penyusunan Job Safety Analisis. (WARTAPALA INDONESIA / Abdurrahman Saleh)

WartapalaIndonesia.com, Jakarta – SARMMI (SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia) menyelenggarakan webinar Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Nasional, pada Kamis, (27/10/2022).

Webinar dibuka oleh Ketua umum SARMMI Handi Abdullah Muflih. Ia berharap kegiatan ini dapat bermanfaat bagi seluruh peserta webinar.

Kegiatan daring yang mengusung thema “Penyusunan Job Safety Analisis pada Evakuasi di Ruang Terbatas Sebagai Upaya Pengurangan Risiko Bencana”, diikuti puluhan peserta dari berbagai organisasi.

Tampil sebagai narasumber tunggal di webinar ini adalah Fadlik Al Iman, Ketua Bidang Operasional SARMMI.

Dalam pemaparannya, Fadlik mendefinisikan tiga istilah ruang terbatas yang dikeluarkan oleh OSHA 1910.146.

Pertama, ruangan yang cukup besar dan dikonfigurasi sedemikian rupa sehingga seorang karyawan dapat secara fisik masuk dan melakukan pekerjaan yang ditugaskan.

Kemudian, memiliki sarana terbatas atau terbatas untuk masuk atau keluar. Misalnya tangki, kubah, dan lubang adalah ruang yang mungkin memiliki sarana masuk terbatas.

Terakhir, tidak dirancang untuk karyawan bekerja dalam waktu yang lama.

Selanjutnya, dalam menyusun Job Safety Analysis (JSA) dalam ruang terbatas, perlu menentukan time atau waktu hari, tanggal, waktu keadaan, cuaca, suhu. Kemudian Man power, menentukan berapa orang, keahlian apa, bersertifikat atau tidak, dll.

Setelah itu baru menentukan Activity, Equipment meliputi Pekerjaannya apa, APD wajib, APD tambahan. Kemudian Hazard yaitu mengidentifikasi bahaya, menilai bahayanya, kita kendalikan bahayanya. Dan terakhir continuous improve, yaitu apa yang belum dipersiapkan, apa yang akan dilakukan.

“Sedangkan tujuan jangka panjang Job Safety Analysis diharapkan tenaga kerja dapat ikut berperan aktif dalam pelaksanaan JSA, sehingga dapat menanamkan kepedulian tenaga kerja terhadap kondisi lingkungan kerjanya guna menciptakan kondisi lingkungan kerja yang aman dan meminimalisasi kondisi tidak aman (unsafe condition) dan perilaku tidak aman atau unsafe action,” jelas Fadlik.

Kegiatan webinar ditutup dengan penyerahan serifikat kepada pemateri dan diakhiri dengan foto bersama. (AS)

Kontributor || Abdurrahman Saleh
Editor || Ahyar Stone, WI 21021 AB

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.