Serunya Mengisi Liburan dengan Belajar Membuat Api dan Shelter

Salah satu teknik membuat api dalam workshop Fire and Shelter di bumi perkemahan Pasir Reungit, Bogor, Jawa Barat, Minggu (3/12/2017). (WARTAPALAINDONESIA/ Amelia Yoshepine)

Wartapalaindonesia.com, BOGOR – Sebanyak 26 peserta mengikuti workshop Fire and Shelter di bumi perkemahan Pasir Reungit, Bogor, Jawa Barat pada Jum’at (1/12/2017) hingga (3/12/2017) lalu.

Peserta terjauh datang dari Palembang, Sumatera Selatan. Selain peserta dari Palembang, ada juga yang berasal dari Purwokerto dan Solo.

Workshop fire and shelter ini diselenggarakan oleh H2O Tacticaloutdoor bekerja sama dengan komunitas Survival Skills Indonesia (SSI).

Workshop kali ini berbeda dengan kegiatan SSI sebelumnya. Workshop kali ini, setiap peserta belajar mendalami secara khusus tentang cara-cara membuat api dan membuat shelter.

Membuat shelter dan api merupakan prioritas survival yang ketiga dan keempat. Kedua keterampilan ini merupakan keterampilan penting yang harus selalu diasah oleh para penggiat alam bebas.

Kegiatan ini merupakan rangkaian dari kegiatan workshop fire and shelter yang pertama. Workshop yang kedua selanjutnya diadakan di Yogyakarta 16-17 Desember besok.

Di workshop ini peserta belajar bermacam-macam cara membuat api. Di zaman modern ini, menyalakan api menjadi mudah dengan adanya korek.

Namun ternyata korek gas mudah rusak, sedangkan korek api mudah basah dan lembab. Terlebih di musim hujan.

Oleh karena itu maka penggiat alam bebas wajib mempelajari cara membuat api dengan cara lain selain memakai korek.

Hari pertama peserta mulai datang dan membuat camp di bumi perkemahan. Paginya, peserta belajar cara membuat api dan juga tinder.

Di hari terakhir peserta mempraktekkan membuat tarp shelter dengan menggunakan flysheet.

Setelah belajar membuat tarp shelter, peserta kemudian mencari bahan-bahan dari sekitar lokasi camping untuk membuat shelter alam.

Peserta termuda datang dari Serpong, yaitu Allisya. Allisya sekarang duduk di kelas 5 Sekolah Alam Bintaro.

Gadis kecil ini senang mengikuti workshop. Menurutnya workshop ini seru dan bermanfaat. “Selain belajar cara membuat api dari fire starter, membuat tinder, membuat pasak, dan membuat biouvac,” ujar Allisya yang mengaku senang karena mendapat banyak kenalan baru.

Setelah shelter alam selesai, coach Michael mereview biouvac buatan peserta.

Acara dilanjutkan dengan pembagian doorprize keren dari sponsor. Setelah pembagian doorprize acara selanjutnya foto bersama dan sayonara.

Kontributor : Amelia Yoshepine

Editor : Ragil Putri Irmalia

Kirim Pers Release kegiatan / artikel / berita / opini / tulisan bebas beserta foto kegiatan organisasi / komunitas / perkumpulan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081553355330 (WA)

Dokumentasi, Survival Skills Indonesia (SSI)

workshop Fire and Shelter di bumi perkemahan Pasir Reungit, Bogor, Jawa Barat, Minggu (3/12/2017). (WARTAPALAINDONESIA/ Amelia Yoshepine)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini:
Positive SSL