Setelah Danau dan Kawah, Apalagi Magnet Gunung Patah?

Wartapalaindonesia.com, EKSPLORE – Gunung Patah, 2817 Mdpl sepertinya tidak habis-habisnya mengundang daya tarik dan minat para penggiat alam bebas untuk mengeksplorasinya.

Tercatat telah banyak Pencinta Alam setingkat KPA ataupun Mapala yang menggelar kegiatan alam bebas sejenis ekspedisi untuk mengeksplorasi Gunung Patah. Walaupun tidak banyak pula yang bersedia mengekspos hasil kegiatan ekspedisinya dengan alasan tertentu.

Saat tulisan ini dibuat, penulis mendapatkan informasi bahwa pada tanggal 28 Maret – 4 April 2017, gabungan salah satu KPA dari Prabumulih dan Lubuk Linggau bersama beberapa penggiat alam bebas lainnya yang berasal dari Sumatera Selatan akan menggelar kegiatan eksplorasi gunung patah melalui Desa Segamit / Karyatani, Kecamatan Semende Darat Ulu Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumsel.

Dihubungi melalui whatsapp, Opi yang bernama lengkap Opi Triputra, selaku Tim Head kegiatan tersebut menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan lanjutan dari kegiatan yang pernah dilakukan sebelumnya.

Sedikit bercerita, ayah dua orang putra ini menjelaskan bahwa tahun 2002 dahulu saat masih aktif di organisasi Mapala Fakultas Pertanian Univ. Bengkulu (KAMPALA) dia bersama rekan-rekan anggota KAMPALA melakukan Ekspedisi yang digelar pada bulan Agustus 2002.

Saat itu kegiatan ekspedisi melalui Desa Manau Sembilan Kab. Bengkulu Selatan, Prov. Bengkulu. Berselang 13 tahun kemudian, beberapa rekan yang sama yang masih bergiat di alam bebas, menggelar lagi kegiatan serupa di bulan mei tahun 2015, kali ini melalui Desa Bungin Tambun 3, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu.

Setelah 12 hari berkutat di dalam hutan, akhirnya tim harus berkemas pulang di ketinggian 2418Mdpl, sangat dekat dengan Danau Tumutan 7 yang berada di ketinggian 2550 Mdpl.

Tidak berhasilnya misi mencapai kawah dan puncak gunung patah dikarenakan faktor lebatnya vegetasi hutan di gunung patah sendiri ditambah hampir 5 hari berturut-turut tim di guyur curah hujan yang tinggi.

“Hutannya sangat lebat, banyak ngarai dan pohon-pohon besar, alami sekali isinya,” kenang Opi menyampaikan informasi hasil ekspedisi 2015 lalu.

Namun informasi ekspedisi tersebut akhirnya disharing dengan beberapa rekan-rekan KPA dari Prabumulih dan Tanjung enim, Sumatera Selatan (KPA Summit Adventure) dan pada tahun 2015 dan 2016.

Akhirnya tim dari KPA Summit Adventure berhasil menemukan keberadaan Danau Tumutan 7 (2550 Mdpl) dan Kawah yang terlihat aktif (2650 Mdpl).

Ryan, salah satu anggota KPA Summit Adventure menyatakan bahwa saat tahun 2015 tersebut mereka melakukan penjelajahan bersama 3 orang rekan seorganisasi dan 2 orang penduduk lokal. “Yang pertama kali kami temukan adalah kawah gunung patah di ketinggian 2650 Mdpl,” ujar Ryan.

“Lalu Danau di ketinggian 2550 MDpl, penjelajahan berikutnya kami juga menemukan 3 tapal batas provinsi Sumsel-Bengkulu yang menunjukan batas wilayah kedua provinsi karena keterbatasan waktu dan peralatan navigasi pendakian ke puncak gunung patah belum kami lakukan,” pungkas Ryan yang juga dihubungi melalui chatting whatapp.

Hasil ekspedisi lanjutan inilah yang kemudian di diskusikan kembali dengan Opi. “Saya coba cetak ulang peta kontur dengan data terbaru dan dari hasil analisa kontur memang melalui Provinsi Bengkulu sangatlah terjal dan banyak jurang sehingga waktu tempuh akan lebih lama,” ujar Opi menerangkan kenapa akhirnya dia memilih melakukan eksplorasi lanjutan tahun 2017 ini melalui jalur Sumsel.

“Selain itu setelah tercapai 2 puncak, artinya tinggal puncak utama yang akan menjadi target kami dan insyallah berdasarkan estimasi saya dihari ke 3 puncak utama sudah dapat tercapai,” disampaikan Opi dengan optimis.

“Januari 2017 setelah berdiskusi kami menetapkan jadwal kegiatan dimana pra kegiatan berupa survei sudah dilakukan oleh Ryan dan beberapa rekan dari KPA Summit Advendure,” disampaikan lebih lanjut oleh Opi.

“Kegiatan survei selain penggalian data awal untuk eksplorasi bulan Mei juga menginspirasi kami untuk berbagi dengan adik-adik usia sekolah di sana. Akhirnya setelah diskusi dan mendapat sambutan positif dari kepala desa, kami mendirikan rumah baca yang berisi buku-buku pelajaran maupun buku anak-anak yang didapat dari sumbangan berbagai pihak.”

“Nanti di eksplorasi ini juga kami akan kembali membawa buku bekas layak pakai untuk di titipkan di rumah baca tersebut, mudah-mudahan dapat bermanfaat untuk adik-adik disana,” ujar Ryan menambahkan lebih rinci.

Selanjutnya Opi menjelaskan bahwa kegiatan eksplorasi inipun membawa misi kampanye untuk peduli pada kondisi hutan hujan tropis sumatera dimana gunung patah terdapat di dalamnya.

“Kita perlu ketahui bersama, setiap tahunnya sekurangnya 13 juta hektar luasan hutan di Indonesia rusak oleh berbagai faktor termasuk hutan-hutan di Sumatera, padahal hutan hujan tropis Sumatera merupakan salah satu situs warisan dunia yang sudah di nyatakan oleh UNESCO,” tegasnya.

Kami bermaksud membawa misi kepedulian pada nasib hutan hujan tropis Sumatera melalui taggar #SaveSumateraRainForest yang kami kampanyekan di media sosial maupun di lapangan nantinya.

Jadi bukan semata-semata sekedar menyalurkan hobi mendaki, namun eksplorasi gunung patah ini juga bertujuan melakukan pemetaan jalur akses pendakian, pendataan dan analisa vegetasi serta keanekaragaman hayati yang terkandung didalamnya.

“Hutan hujan tropis sumatera adalah situs warisan dunia sebagai tempat pelestarian bagi hutan, air dan mahluk di dalamnya yang masuk kategori hampir punah dan dilindungi, diantaranya harimau sumatera, gajah sumatera, orang utan maupun flora sejenis kantung semar dan rafflesia,” dijelaskan lebih lanjut oleh Opi.

Kami berharap hasil eksplorasi ini nantinya bisa menjadi referensi bagi penggiat alam bebas dan lingkungan hidup.

Nantinya hasil eksplorasi akan kami bagi melalui akun instagram @otp2880 ataupun melalui portal-portal berita online, disampaikan Opi menutup informasinya melalui chatting whatsapp. Wah, kita tunggu hasil eksplorasinya!

Kontributor : A. Faris

Editor : Ragil Putri Imalia

Kirim Pers Release kegiatan / artikel / berita / opini / tulisan bebas beserta foto kegiatan organisasi / komunitas / perkumpulan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081553355330 (Telp/SMS/WA)

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.