SINAU KONSERVASI : Sosial Movement Sinergitas Tanpa Batas Rawat Bumi

Caption foto : Pemaparan materi Dasar–dasar Konservasi oleh Iwan Kurniawan (kiri), Andik syarifudin (tengah) , dan Rachmad K. Dwi Susilo (kanan). (WARTAPALA INDONESIA/ AWU)

Wartapalaindonesia.com, BATU – Minggu, 10 Maret 2019 Lindungi Hutan bersama beberapa Komunitas dan Organisasi yang ada di Malang Raya mengadakan kegiatan seminar dan diskusi yang bertajuk “SINAU KONSERVASI”. Acara tersebut diselenggarakan oleh panitia gabungan yang terdiri dari 5 organisasi yaitu Lindungi Hutan, BASKOMAS Malang, Sahabat Bumi, SABERS PUNGLI, dan Alamku hijau.

Dengan bertemakan “Sosial Movement Sinergitas Tanpa Batas Rawat Bumi” seminar dan diskusi dikemas dengan 3 sesi yang di mulai dari pukul 12.00-17.00 WIB bertempat di Balai Desa Junrejo Kecamatan Junrejo Kota Batu. Sebanyak  kurang lebih 120 peserta turut meramaikan acara tersebut yang terdiri dari Mapala, Sispala, Mahasiswa, dan Lintas Komunitas se-Malang Raya.

Antusiasme dari peserta sontak terlihat di dalam semua sesi terutama dalam proses pemaparan materi dasar–dasar konservasi oleh beberapa narasumber yang terdiri dari akademisi, aktivis lingkungan, Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu, Perum Jasa Tirta dan Perum Perhutani KPH malang. Akademisi yang hadir sebagai narasumber dalam diskusi tersebut yaitu, Tatag Muttaqin Kehutanan (UMM), Iwan Kurniawan Kehutanan (IPM), Rachmad K. Dwi Susilo sosiologi (UMM). Sedangkan aktivis lingkungan yang hadir sebagai pemateri yaitu Andik Syarifudin dari Sahabat Alam (SALAM).

Dalam sesi pertama, diskusi difokuskan terhadap materi dasar–dasar konservasi yang dipaparkan oleh Iwan Kurniawan, Andik syarifudin , dan Rachmad K. Dwi Susilo. Sedangkan untuk sesi kedua lebih fokus pada diskusi dengan perwakilan Perum Perhutani KPH Malang tentang progress pengelolaan hutan dan ditanggapi oleh perwakilan akademisi beserta peserta forum. Untuk sesi ketiga diskusi dilakukan dengan pemaparan tentang progress yang dilakukan dan akan dijalankan oleh perwakilan Perum Jasa Tirta dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu dan ditanggapi oleh perwakilan akademisi juga peserta forum.

Antusisas peserta forum semakin terlihat ditandai dengan banyaknya lontaran pertanyaan dan tanggapan terhadap Narasumber. Tatag salah satu akademisi Kehutanan mengatakan bahwa acara ini sangat positif dan harus dipikirkan keberlanjutannya karena ini adalah usaha dalam menjawab tantangan konservasi ke depan terutama untuk generasi milenial yang minim minat dalam tema–tema konservasi lingkungan.

“Konservasi Lingkungan tidak akan berhasil tanpa melibatkan Komunitas, ini bukan masalah individual, ini adalah masalah bersama sehingga harus dilakukan secara berjamaah. Ini mungkin awal penyatuan persepi tapi nanti pasti akan menjadi suatu kegiatan yang bersifat berkelanjutan,” ujar Rachmad akademisi Sosiologi Lingkungan  saat diwawancarai Wartapala.

“Kegiatan ini sangat bagus, karena dapat menimbulkan kesadaran kita terhadap konservasi. Harapannya kegiatan ini masi berlanjut untuk ke depannya sebagai semangat menyadarkan akan pentingnya konservasi bagi lingkungan kita,” kata Sahlan Fuady dari IMPALA UB.

Tujuan dari acara ini adalah untuk meningkatkan kesadaran terhadap konservasi dan membangun jaringan Komunitas yang sadar akan pentingnya konservasi dalam menjaga lingkungan terutama hutan yang ada di Malang Raya.

“Acara ini adalah awal dari rangkaian agenda yang ada dan nantinya akan ada diskusi lanjutan kembali hingga goalnya nanti jatuh pada peringatan Hari Bumi yaitu melakukan penanaman dan perawatan bersama sebagai usaha kongkrit dalam merawat bumi,” ungkap Omsu, perwakilan dari penyelenggara acara tersebut.

Kontributor || AWU, WIJA Malang

Editor || Agung Wahyu Utomo

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: