Studium General TWKM 28, Arah Pencinta Alam Harusnya Maritim

Wartapalaindonesia.com, MAKASSAR – Mengambil tema besar Temu Wicara Kenal Medan (TWKM) ke – 28 yang diselenggarakan Mapala UMI Makassar Sulsel, yakni Peran dan Eksistensi Mahasiswa Pencinta Alam dalam Pelestarian Kawasan Karst dan Terumbu Karang di Indonesia. Menjadikan arah pergerakan Pencinta Alam Indonesia khususnya Mapala untuk semakin mengarah ke maritim.

Hal tersebut sejalan dengan visi pemerintah yang mencanangkan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Pembahasan isu tentang peran dan eksistensi Mahasiswa Pencinta Alam dalam pelestarian kawasan karst dan terumbu karang di Indonesia, dikupas dalam studium general TWKM ke 28, pada Senin 17 Oktober 2016 di Auditorium Al Jibra Universitas Muslim Indonesia Makassar.

Menghadirkan key note speaker TWKM 28 Sulsel Mapala Se-Indonesia yang diwakili oleh Dr. Ir. Hilman Nugroho selaku Dirjen PDAS HI, membahas tentang berbagai isu lingkungan dengan mengambil tema tentang restorasi ekosistem dan pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan.

Kunjungi FB : TWKM 28 Sulsel dan FB : Mapala UMI Makassar

Diawal pemaparan beliau langsung memberi pemahaman bahwa, “Restorasi itu mengembalikan unsur hayati dan non hayati sesuai dengan habitat tertentu, sehingga mencapai keseimbangan ekosistem.”

Sedangkan tentang pengelolaan sumber daya alam, didasari oleh 3 pilar yang harus kuat dan bersiergi, “Tiga pilar tersebut meliputi Ekonomi, Sosial dan Lingkungan dengan prinsip berkelanjutan.”

Bagi Pencinta Alam sendiri, peran mereka sangat besar di mana mereka harus benar-benar menerapkan Kode Etik,

“Pencinta Alam itu kode etik,” tegas beliau.

Dalam pemaparannya beliau juga menghimbau agar masyarakat turut mensukseskan program penanaman 25 pohon per orang. “Tanam 25 pohon seumur hidup, dan Mapala harusnya lebih dari 25 pohon.”

Pembicara kedua dalam studium general TWKM 28, disampaikan oleh Dr. Ir. Achmad Poernomo, M. APP. SC, selaku Staf Ahli Menteri Perikanan dan Kelautan bidang kebijakan publik. Tema besar yang disampaikan yakni tentang Peran dan Eksistensi Pencinta Alam Dalam Pengelolaan Sumberdaya Kelautan di Indonesia.

Indonesia merupakan negara kemaritiman, ditambah lagi dengan tema besar TWKM 28 Sulsel mengangkat Peran dan Eksistensi Mahasiswa Pencinta Alam dalam Pelestarian Kawasan Karst dan Terumbu Karang di Indonesia. Disinilah peran Pencinta Alam akan dapat saling bersinergi dalam mendukung cita-cita pemerintah mencanangkan program kemaritiman.

Dalam konklusinya beliau menyatakan bahwa, “Mapala di Indonesia harusnya cenderung ke laut, bukan daratan.”

Laporan : A. Phinandhita P.

Editor : Ragil Putri Irmalia

Kirim Pers Release kegiatan / artikel / berita / opini / tulisan bebas beserta foto kegiatan organisasi / komunitas / perkumpulan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081553355330 (Telp/SMS/WA)

 

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.