Sukses Kolaborasi Petualangan dan Musik di 1.400 Mdpl

Caption foto: Kemeriahan acara saat Iksan Skuter menyanyikan beberapa lagunya. (WARTAPALA INDONESIA/ Dwi Rossantiana)

Wartapalaindonesia.com, BATU – Mini konser bertajuk alam dengan tema Hutanada sukses digelar di ketinggian 1400 meter di atas permukaan laut (mdpl). Acara ini bertempat di Bukit Glagah Wangi, Desa Sumbergondo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur.

Panitia acara Hutanada, Affan Haris Shofwanadi, mengatakan bahwa kegiatan berkemah dan konser alam yang berlangsung pada Sabtu-Minggu, 14-15 November lalu adalah hasil kolaborasi antara @uprisesurabaya.official dan @rockinsurabaya.

Uprisesurabaya merupakan wadah bagi pecinta alam yang tergabung dalam Super Adventure Surabaya, sedangkan Rockinsurabaya adalah platform yang membahas dan mengangkat musik anak-anak muda Surabaya dan sekitarnya.

“Hasil kolaborasi dari Uprisesurabaya dan Rockinsurabaya ini kami tuangkan dalam berbagai kegiatan alam, termasuk menggelar mini konser oleh Iksan Skuter, dan The Orcas,” kata Affan, Senin (16/11).

Beberapa lagu dari Iksan Skuter, diantaranya Bingung dan Rindu Sahabat mampu menghangatkan malam yang saat itu suhunya sekitar 20 derajat celsius. Bahkan, makin malam suhu semakin dingin.

Maklum, lokasinya berada di kaki Gunung Arjuna yang memiliki ketinggian 3.339 mdpl.

Berbagai rangkaian seperti konser dan sesi diskusi tentang alam akhirnya mampu menghangatkan suasana malam itu.

Keakraban peserta yang mayoritas adalah pecinta alam dari berbagai daerah di Surabaya, Malang, Jombang, Kediri dan kota sekitarnya menjadikan acara ini makin meriah.

“Kegiatan ini juga kami isi dengan edukasi kepada peserta mengenai navigasi darat, dengan pemateri dari komunitas pecinta alam Semanggi Alas. Ada juga sesi diskusi manajemen pendakian dari APGI (Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia) dan Ultralight hiking yang diisi oleh pembicara dari komunitas pecinta alam Degelan Adventure,” ungkapnya.

Konsep ultralight hiking ini dikenal di kalangan pendaki soal bagaimana teknik melakukan perjalanan ke alam bebas dengan membawa peralatan dan perbekalan yang ringan, tanpa meninggalkan prinsip-prinsip keamanan dan kenyamanan di alam bebas.

Pengurus Super Adventure Surabaya, Faris Affandy mengatakan bahwa mini konser digelar secara terbatas dengan peserta dan seluruh crew tidak lebih dari 50 orang.

Hal ini dilakukan sebagai upaya mendukung program pencegahan penularan Covid-19. Selain itu, isi tenda juga dibatasi, toilet, makan, dan seluruh kebutuhan tim telah disediakan oleh panitia.

“Untuk kegiatan selama dua hari ini ada juga cooking outdoor, termasuk juga Bushcraft (teknik dan cara bertahan hidup di alam liar dengan meminimalisir penggunaan alat modern). Intinya semua materi yang terkait dengan pendakian disajikan dalam kegiatan yang mengambil tema Hutanada, atau hutan dan nada ini,” katanya.

Acara ini juga didukung oleh Cimara Adventure, Spartanoutdoor, dan Jokopi.

Tanggapan dari peserta terkait giat tersebut sangat positif, bahkan meminta acara ini bisa digelar secara rutin. Terlebih acara ini bukan sekadar menghibur dan makin mengakrabkan sesama pendaki. Namun, juga banyak ilmu yang dibagikan oleh pemateri yang sudah ahli di bidangnya masing-masing.

Kontributor || Dwi Rossantiana, WI 200117

Editor || Danang Arganata, WI 200050

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: