Oleh: Ratdita Anggabumi
Jurnalis Wartapala Indonesia
Wartapalindonesia.com, PROFIL — Nama Sutopo Purwo Nugroho masih menjadi rujukan penting dalam dunia kebencanaan Indonesia. Sebagai Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB, beliau tampil hampir setiap hari di media nasional selama rangkaian bencana besar yang melanda Tanah Air pada 2018, termasuk gempa Lombok dan Sulawesi.
Di tengah situasi krisis, ketika informasi simpang siur mudah memicu kepanikan, Sutopo hadir sebagai sumber data yang jernih dan dapat dipercaya. Nada suaranya tenang, pemaparannya sistematis, dan penjelasannya selalu menyertakan konteks lapangan yang akurat. Dalam atmosfer bencana, kehadirannya menjadi salah satu titik stabilitas yang menenangkan publik.
Menguatkan Publik, Sambil Menahan Derita Pribadi
Namun sedikit yang mengetahui bahwa pada saat memimpin arus informasi nasional, Sutopo sedang menjalani perjuangan berat melawan kanker paru-paru stadium 4. Meski demikian, beliau tetap menjalankan tugas tanpa menunjukkan keluhan.
Konferensi pers tetap berlangsung setiap pagi, pembaruan data tetap dikirim, dan klarifikasi tetap disampaikan meski kondisi tubuhnya melemah.
“Beliau adalah salah satu figur yang menjadi kompas kami di lapangan,” ujar seorang relawan yang saat itu bertugas mendampingi penyintas gempa Lombok.
Di tengah ketidakpastian, kata relawan tersebut, informasi dari Sutopo menjadi dasar kerja para petugas di daerah. Dedikasi semacam itu membuat Sutopo bukan sekadar pejabat publik..Ia menjadi representasi ketangguhan moral di tengah krisis.
Akhir Tugas yang Kesunyian
Beberapa waktu setelah masa rekonstruksi pascagempa mulai berjalan, kondisi fisiknya menurun drastis.
Sutopo akhirnya mengembuskan napas terakhir pada Juli 2019 di Guangzhou, Tiongkok, tempat ia menjalani pengobatan.
Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi komunitas kebencanaan.
Rekan-rekan sesama pejabat, relawan, hingga masyarakat umum mengenang beliau sebagai figur yang bekerja melampaui kewajiban formalnya.
Warisan Integritas
Hingga kini, Sutopo kerap menjadi rujukan etika bagi para praktisi kebencanaan yaitu konsistensi dalam menyampaikan informasi, empati dalam menjawab kegelisahan publik,.dan integritas dalam menjalankan tugas meski menghadapi sakit.
Warisan itulah yang membuat nama Sutopo tetap hidup, bahkan setelah beliau tiada. Almarhum Sutopo Purwo Nugroho dikenang bukan hanya sebagai juru bicara. Ia dikenang sebagai salah satu simbol keteguhan dalam sejarah penanggulangan bencana Indonesia.
Di dunia sosial kemanusiaan, kami selalu menjadikan beliau sebagai acuan. Sebagai standar moral. Sebagai sosok ideal yang tidak banyak muncul di negeri ini.
Editor || Wandi Wahyudi, WI 200223
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)