Tanam Pohon Atau Kena Bencana?!

Wartapalaindonesia.com, MAGELANG – Sabtu (26/12) lalu, ratusan pencinta alam serta pendaki tanam pohon di Taman Nasional Gunung Merbabu. Mereka yang termotivasi dalam hasrat nurani untuk menghijaukan lereng Gunung Merbabu pasca kebakaran tergabung dalam ‘1001 Pendaki Tanam Pohon,’ yang sebelumnya berkumpul di Basecamp Thekelan dan Cuntel (Kab. Semarang), Wekas (Kab. Magelang), dan Selo (Kab. Boyolali).

Berbagai macam tanaman endemik Gunung Merbabu, seperti Puspa (Schima wallichii), Akasia (Acacia decurrens), Nangka (Artocarpus heterophyllus), Beringin (Ficus benjamina), dan lain-lain. Total bibit tanaman yang disediakan untuk empat jalur ini sebanyak 1000-1500 bibit.

Hutan di Gunung Merbabu seluas 5.725 hektar ditetapkan sebagai kawasan Taman Nasional, berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan No. 135/Menhut-II/2004, pada 4 Mei 2004, tentang perubahan fungsi kawasan hutan lindung dan taman wisata alam.

“Tahun 2015 ini cuaca sangat ekstrem dan hal ini menyebabkan kawasan Gunung Merbabu terlalap sang jago merah. Untuk itu, salatiga peduli mengadakan acara tanam pohon yang bertujuan untuk penanaman hutan yang gundul (reboisasi), selain itu mengenalkan kepada pendaki bahwa mendaki bukan hanya mendaki tetapi bisa juga dengan melakukan penanaman untuk kelangsungan pelestarian alam kita yang akan berdampak pada anak cucu kita nanti”, tutur ketua panitia Adipati.

Tanam pohon merupakan gerakan bangkit untuk penghijauan lahan yang gundul. Gerakan ini banyak memotivasi dari masyarakat sekitar serta pelajar dan tidak ada batasan untuk mengikuti kegiatan ini lebih banyak lebih baik. Kegiatan ini sangat didukung oleh bupati salatiga serta badan kegiatan penghijauan salatiga peduli.

Trisanto Handoyo, Ketua Salatiga Peduli menambahkan bahwa seiring berkembangnya jaman, pembangunan perumahan atau pemukiman dan penanaman pohon tidak berjalan seimbang. Sebagai akibatnya, udara menjadi semakin panas, terlebih lagi dengan adanya gas buang. Ia menegaskan,

ini menjadi tanggung jawab kita bersama, dan tidak hanya di Salatiga. Kami akan terus mengkampanyekan program tanam pohon di berbagai tempat yang ada di Indonesia.

Kegiatan tanam pohon ini akan berlanjut ke gunung-gunung sekitar Jawa Tengah. “Terdekat di Gunung Ungaran, 14 Februari mendatang. Tidak hanya sebatas menanam, kami akan terus memantau perkembangan tanaman, akan dievaluasi dan terus dilakukan pemupukan,” tambah aktivis lingkungan yang akrab di panggil Mbah Santo itu.

Laporan : Ayu Nanda

Editor : Efrina Fitrianingrum

Kirim Pers Release kegiatan / artikel / berita / opini / tulisan bebas beserta foto kegiatan organisasi / komunitas / perkumpulan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081553355330 (Telp/SMS/WA)

Dokumentasi

DSC_6598

WII

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.