Tim Sevenist Menerangi Indonesia Berkunjung ke Pesantren Miftahul Bariyyah Cipapag, ini yang Dilakukan

Caption foto : Tim Sevenist Club Menerangi Indonesia sedang menyampaikan materi segitiga api ke santri Pesantren Miftahul Bariyyah (WARTAPALA INDONESIA / Fadlik Al Iman).    

WartapalaIndonesia.com, BOGOR – Sevenist Menerangi Indonesia adalah program Dewan Pengurus Harian Alumni SMA Negeri 7 Jakarta periode 2021-2024 yang diketuai Geisz Chalifah.

Dalam acara Sevenist Menerangi Indonesia yang dilakukan di Pesantren Miftahul Bariyyah Cipapag Tengah, Bogor, Jawa Barat selain berbentuk penyaluran bantuan berupa Al Qur an dan peralatan ibadah, juga diisi dengan kebencanaan dan edukasi tentang bahaya kebakaran dan lahan. Kegiatan ini dihadiri puluhan warga mulai dari anak sampai orang tua. (18/9/2024).

Kegiatan bersama warga ini dalam rangka penyadartahuan, agar terasa fungsi Sevenist Club kepada warga ujar Irvan dan Junaidi dari Alumni SMA Negeri 7 Jakarta angkatan 1988. Hadir juga Wiwi dan Nur dari angkatan 1991 serta Ketua Bidang Sosial dan Kesehatan Dian dari angkatan 1984.

Muhammad Fauzi dari Sapta Pala mengeluarkan alat masak yang biasa digunakan untuk kemping, tabung gas kaleng dan perangkat kompor kecil, beberapa santri memperhatikan.

Fauzi menyalakan api kecil agar memasak susu dan kopi untuk beberapa santri. sembari beraktivitas beberapa senior dari Sapta Pala menjelaskan tentang segi tiga terjadinya api.

Adi Nugroho yang juga anggota dari Global Rescue Network, menerangkan teori segitiga api adalah teori yang menjelaskan bagaimana api terbentuk, yaitu melalui interaksi kimiawi antara tiga unsur, yaitu: bahan bakar, oksigen, sumber panas.

Ketiga unsur ini harus berada dalam konsentrasi yang memenuhi syarat agar bisa terjadi reaksi oksidasi atau pembakaran.

 Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai ketiga unsur tersebut: Pertama bahan bakar.

Bahan bakar adalah bahan atau material yang mudah terbakar, bisa berupa benda padat, cair, atau gas. Contoh bahan bakar padat adalah kayu, kertas, kapas, karet, dan kain.

Contoh bahan bakar cair adalah minyak tanah, bensin, dan spirtus. Contoh bahan bakar gas adalah karbit, LPG, dan LNG.

Kedua oksigen : Oksigen berasal dari udara, dan setidaknya dibutuhkan 15% volume oksigen di udara untuk terjadinya pembakaran. 

Ketiga sumber panas: Sumber panas bisa berasal dari berbagai macam hal, seperti panas matahari, gesekan, reaksi kimia eksotermis, listrik, percikan api, api las, dan gas.

Jika salah satu unsur api hilang, maka api akan padam. Untuk memadamkan api, kita bisa menghilangkan atau mengisolasi salah satu atau lebih unsur pada segitiga api.

Sehabis sholat di Masjid Adin Nugroho yang kerap kali ke lokasi bencana sebagai relawan, melakukan assesment dengan melihat potensi bahaya di area tersebut sekaligus melakukan penilaian risiko serta upaya pengendaliannya.

Beberapa area dikunjunginya, dengan melihat beberapa struktur bangunan yang retak, jalan yang sempit, akses jalur evakuasi yang sempit serta belum adanya titik kumpul di area tersebut.

Hal lainnya dengan melihat banyaknya sampah di area sungai, jika menumpuk akan membuat sumbatan, sehingga memungkinkan jika terjadi hujan lebah, sampah akan terperangkap, sementara air besar tidak akan terbendung hingga menyebabkan hal yang tak diinginkan seperti bandang, serunya.

Yang menarik, ada bukit dengan tingkat kemiringan 70 derajat berada di dekat pemukiman penduduk, tetapi keadaannya gundul, saran Adi agar segera ditanami kembali area tersebut.

Untuk diketahui, Sevenist Menerangi Indonesia rencananya akan dilanjutkan yang ke tiga di bulan November. Lokasi kegiatannya sementara masih dalam penilaian tim Sevenist Menerangi Indonesia. (FAI)

Kontributor || Fadlik Al Iman
Editor || Danang Arganata, WI 200050

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.