Tips Radikal Hancurkan Eksistensi Komunitas, Petualang, Pendaki, PALA

Wartapalaindonesia.com, LINGKUNGAN – Eksistensi komunitas petualangan yang terkenal dengan sebutan adventurer, hingga pendaki dan ‘PALA’ akhir-akhir ini terus bermunculan. Bahkan eksistensinya sudah merambah kedunia visual hingga tiap pelosok sudut objek di dunia.

Namun menjamurnya kehadiran mereka semakin membuat resah para Pegiat/Pencinta Alam dan aktivis lingkungan yang gigih menyelamatkan bumi dari tindakan apapun yang merusak bumi. Salah satunya eksistensi para pemilik komunitas, petualang, pendaki dan PALA yang berkembang di bebatuan.

Ya, bebatuan! Eksistensi mereka sudah mengalami perkembangan, tak hanya merambah media sosial, komunitas ini juga eksis di media alam, contohnya bebatuan alam yang terlukis indah di tempatnya. Tak terima dengan lukisan batu yang abstrak, mereka membumbuhi dengan melakukan mural dengan nama komunitas mereka berharap eksistensi bagi orang lain yang melihatnya.

Selain bebatuan, semua yang pernah mendaki pasti melihat dengan mata telanjang bahwa pos maupun shelter tak luput juga dari jejak eksistensi mereka. Timbul pertanyaan, bagaimana cara menghancurkan eksistensi mereka secara radikal?

Berikut ini tips yang digodok oleh Litbang WIEF yang dicontohkan oleh gerakan Clean Art Vandalisme On The Mountain (CAV OT MOUNTAIN) persembahan Lulu Kartika.

“Kalo mau ngilangin cat di batu, pake remover, caranya oles remover kebatu dengan kuas, lalu tunggu hingga cat mengelupas,” jelas Lulu Kartika.

“Setelah itu baru disikat dengan sikat baja. Untuk hasil lebih maksimal, lakukan saat musim kemarau, sebab saat musim hujan, batu kebanyakan lembab sehingga remover susah untuk meresap ke dalam lapisan cat,” lanjut Lulus.

Selain kendala cuaca, Lulu menjelaskan bahwa paling susah adalah menghilangkan coretan dari bahan sept. Lalu bagaimana untuk menghilangkan bekas tipe-x yang biasanya terlihat di shelter atau pos pendakian?

“Kalo untuk tipe-x bisa menggunakan tinner, terserah mau jenis tinner apapun bisa. Caranya tinggal semprot tinner pada tulisan lalu dilap dengan kain sampai hilang,” beber Duta wisata Sukowati kab. Sragen 2015 itu.

Namun lulu mengakui untuk menghilangkan tulisan di batu dengan menggunakan remover masih belum terlalu maksimal, masih harus mencari cara-cara dan formula baru. Meski cara yang ditempuh rekan-rekan ini termasuk pragmatis, namun cukup menyadarkan dan membuat para artis alam ini sedikit tersenggol.

Kontributor : Lulu Kartika (CAV OT MOUNTAIN)

Editor : Ragil Putri Irmalia

Kirim Pers Release kegiatan / artikel / berita / opini / tulisan bebas beserta foto kegiatan organisasi / komunitas / perkumpulan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081553355330 (Telp/SMS/WA)

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.