UIN Raden Mas Said Surakarta Selenggarakan Stadium General Saintek, Hadirkan Pendiri Sekolah Air Hujan Banyu Bening

WartapalaIndonesia.com, SURAKARTA – Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-33, Jurusan Sains dan Teknologi UIN Raden Mas Said Surakarta menggelar acara Stadium General Saintek 2025 yang bertempat di Aula SBSN. Pada 2 September 2025.

Acara yang diprakarsai oleh Jurusan Sains dan Teknologi ini menghadirkan pendiri Sekolah Air Hujan Banyu Bening dalam naungan Yayasan Mutiara Banyu Langit, Sri Wahyuningsih, S.Ag. sebagai narasumber utama.

Hadir di acara Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah Prof. Dr. Fauzi Muharrom serta Ketua jurusan Sains dan Teknologi Dr. Purwono yang dalam sambutan menyampaikan kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari perayaan hari lahir kampus, tetapi juga menjadi momen penting dalam menyambut mahasiswa baru tahun akademik 2025/2026.

Dengan mengangkat tema “Muslim Saintis in the Making: Competitive, Ethical, Global”, acara ini dirancang untuk memberikan pengantar yang kuat dan inspiratif bagi mahasiswa baru dalam memasuki dunia akademik dan pengembangan diri sebagai saintis muslim yang berkarakter.

Dalam penyampaiannya, Sri Wahyuningsih menegaskan, menjadi saintis muslim tidak cukup hanya dengan menguasai ilmu, tetapi juga harus mampu memahami realitas sosial dan budaya, serta menghadirkan solusi yang berakar pada kearifan lokal.

“Saintis masa depan adalah mereka yang tidak hanya berpikir logis dan ilmiah, tetapi juga punya empati, etika, dan komitmen untuk menjaga harmoni alam dan masyarakat,” jelasnya.

Sri Wahyuningsih turut mengajak para mahasiswa, khususnya para mahasiswa baru, agar tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga membentuk kepekaan sosial dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, pelaksanaan Stadium General ini juga mengajak peserta untuk mulai menerapkan gaya hidup ramah lingkungan. Seluruh peserta diminta membawa tumbler sendiri sebagai langkah sederhana untuk mengurangi sampah plastik.

Meskipun kecil, kebiasaan ini diharapkan bisa menjadi awal yang baik dalam membentuk kesadaran lingkungan di kalangan mahasiswa.

Diskusi interaktif antara mahasiswa dan narasumber berlangsung dinamis, menunjukkan antusiasme dan semangat kritis mahasiswa baru dalam menyerap nilai-nilai yang ditanamkan.

Mereka tidak hanya mendengarkan, tetapi juga terlibat aktif, bertanya, dan berbagi pandangan mengenai tantangan global, isu lingkungan, serta bagaimana menjadi ilmuwan yang tetap berpijak pada nilai-nilai Islam. (ajp).

Kontributor || AJ. Purwanto
Editor || Danang Arganata, WI 200050

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.