Caption foto : Simulasi survival nggota muda Sispala Petalaras SMA Negeri 2 Tolitoli. (WARTAPALA INDONESIA / Nitu Candya Serliani)
WartapalaIndonesia.com, Tolitoli – Sejumlah anggota baru yang tergabung dalam Organisasi Siswa Pencinta Alam Raya Semesta (Sispala Petalaras) SMA Negeri 2 Tolitoli melakukan simulasi survival. Simulasi bertempat di Sekretariat Petalaras, Sabtu (4/02).
Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan proses pendidikan lanjutan untuk anggota baru angkatan 22 Petalaras. Mereka sudah mengikuti Pendidikan dan Latihan Dasar beberapa waktu lalu, yang berjumlah 41 siswa.
Ketua Sispala Petalaras, Ganis, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari proses kaderisasi anggota baru untuk kenaikan status anggota. Dari anggota muda menjadi anggota penuh.
“Ini adalah proses bagi mereka anggota yang baru, ketika ingin melanjutkan status keanggotaannya di Sispala ini,” ujarnya.
Ganis melanjutkan, beberapa waktu ke depan, setiap minggunya anggota baru ini menerima beberapa materi kepencintaalaman yang sudah sudah diatur dalam kurikulum pendidikan Sispala Petalaras. Salah satunya adalah materi survival ini.
Selain menerima materi ruangan, kemudian dilakukan simulasi kemampuan dasar dalam survival yaitu pembuatan api. Proses mencari makan dan minuman, pembuatan jerat dan pembuatan bivak.

“Kami akan melaksanakan pertemuan rutin setiap minggu. Ini bertujuan untuk memberikan materi baru sebagai bekal para anggota muda dalam Dikjutnya beberapa bulan kemudian,” terang Ganis.
Kegiatan simulasi survival anggota baru Sispala Petalaras berjalan lancar sesuai dengan yang diinginkan. Diharapkan kegiatan ini bisa berguna ketika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada saat melakukan kegiatan di alam bebas.
“Ya Alhamdulillah, semuanya berjalan lancar, karena rata-rata anggota berhasil mempraktekkannya dengan baik, walaupun masih ada beberapa yang belum sempurna. Saya berharap semoga kegiatan ini bisa bermanfaat bagi kita semua dan juga dapat kita praktekkan secara nyata saat kita berada pada kondisi yang tidak diminta,” tambah Ganis.
Salah satu peserta, Hairil, mengaku senang dengan materi dan praktek survival ini. Dia paham sebagai anggota pencinta alam diharuskan mengetahui ini.
“Saya merasa senang dan bersemangat saat mengikuti simulasi survival tadi, karena sebagai anggota pecinta alam yang basic-nya memang di alam, ini menjadi salah satu materi yang wajib saya pelajari,” pungkasnya. (AS)
Kontributor || Nitu Candya Serliani
Editor || Ahyar Stone, WI 21021 AB
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)
1 Comment