Viral, Aksi Kader Konservasi Kecam Kepala BBKSDA Jatim

Flyer kecaman terbuka kepada Kepala BBKSDA Jatim oleh kader konservasi, Senin (21/5/2018). (WARTAPALA INDONESIA/ A. Phinandhita P.)

Wartapalaindonesia.com, BANYUWANGI – Aksi kecaman Kader konservasi Jawa Timur kepada Kepala BBKSDA Jawa Timur terkait Buku Satwa Liar di Operasi Tujuh Bukit viral di jagat maya, Senin (21 Mei 2018).

Yth. Kepala BBKSDA Jatim, Saya selaku kader konservasi mengecam keras kerjasama BBKSDA Jatim dengan PT. BSI dalam menerbitkan buku “Satwa Liar Di Operasi Tujuh Bukit PT. Bumi Suksesindo”. Begitu himbauan terbuka Siti Maimunah atau yang akrab disapai Mai, salah satu kader konservasi kepada Kepala BBKSDA Jatim.

Hal ini ditengarai oleh terpampangnya logo BBKSDA berdampingan dengan logo PT.BSI di sampul buku. Sedangkan PT. BSI membongkar hutan lindung Tumpang Pitu dan menyebabkan banjir lumpur di Pulau Merah.

“Tindakan BBKSDA Jatim merupakan greenwash perusakan hutan Tumpang Pitu,” tambah Mai dalam himbauannya.

“Begitu mendapat kabar tersebut (Sabtu malam), langsung saya komunikasikan ke bidang 3. Informasi awal bidang 3 tidak tahu ada kerjasama itu dan menjanjikan untuk menelusuri. Saya komunikasi pada Minggu pagi kemarin,” tambah Wahyu Giri, salah satu sesepuh kader konservasi Jatim, Senin (21/5/2018).

Dikonfirmasi WI melalui sambungan pribadi, Arie Restu selaku Kordinator Daerah Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia (FK3I) Jatim mengatakan, “Hal ini wajar saja terjadi, mengingat kami  (FK3I) adalah mitra dengan semua UPT dibawah KLHK. Jadi tidak ada salahnya kami bertindak seperti ini. Karena menurut kami, hal ini masih dalam konteks mengingatkan sebelum mereka bertindak pada kegiatan merugikan yang semakin jauh.”

“Kalau masalah pribadi para kader, kami kembalikan pada pribadi masing-masing kader. Namun atas nama FK3I Jatim, kami harus menentukan sikap. Minimal sebagai penjelas kepada publik  tentang di sisi mana keberpihakan kami (FK3I Jatim),” tambahnya.

Arie Restu juga menekankan bahwa PT. BSI adalah perusahaan perusak alam (hutan) dan ada logo BBKSDA Jatim di salah satu produk (buku) perusahaan tersebut. Hal ini bisa menggiring opini publik kearah : BBKSDA Jatim mendukung PT. BSI yang itu akhirnya bisa memaknai bahwa PT. BSI bukan perusak lingkungan.

Kontributor || A. Phinandhita P.

Editor || Amita Pradana Putra

bagikan

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan