Wartapalaindonesia.com, KENDAL – Planning The Best Prepare The Worst Ready To Survive menjadi tema utama kegiatan Wapalhi Jungle Survival yang diadakan oleh Wahana Pecinta Lingkungan Hidup (Wapalhi) Politeknik Negeri Semarang pada (24-26/03) di lereng Gunung Ungaran, Medini, Limbangan, Kendal.
Banyaknya orang yang mendaki gunung dan melakukan kegiatan di alam bebas, mendorong Wapalhi mengadakan kegiatan yang bertajuk Jungle Survival. Agar mendorong dan membuka wawasan bagi para pendaki dan pegiat alam bebas untuk lebih safety dalam melakukan kegiatannya.
“Tujuan diadakan kegiatan Wapalhi Jungle Survival, karena banyaknya orang yang mendaki gunung dan melakukan kegiatan di alam bebas, semakin banyak pula hal-hal yang tidak diinginkan, seperti halnya kecelakaan di gunung dan tingkat kecelakaan begitu banyak,” ungkap Linda Widyastuti selaku ketua pelaksana kegiatan.
“Oleh karenanya Wapalhi mengadakan kegiatan ini dan diisi dengan materi-materi kegiatan di alam bebas dan dapat menjadi bekal bagi mereka yang giat melakukan di alam bebas, serta kegiatan tersebut dapat dilakukan dengan safety,” lanjutnya.
Kegiatan ini diikuti oleh Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) dan Siswa Pecinta Alam (Sispala) yang berjumlah 26 peserta dari berbagai daerah di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Kegiatan ini diinstrukturi oleh Rindang Krisnavianto Tulu dan Febri Setiya Utama Budi dari Basarnas Kota Semarang, Ravael Hermawan dari Survival Skills Indonesia (SSI) dan Suyanto dari Palang Merah Indonesia (PMI).
“Harapan instruktur Wapalhi Jungle Survival untuk para peserta, agar kegiatan ini dapat diterima dengan baik dan juga dapat diaplikasikan dengan baik, terutama dapat dishare kepada teman-teman dari setiap mapala, karena ilmu yang diberikan harus sering-sering diulang dan dilatih agar tidak hilang,” ungkap Rindang Krisnavianto Tulu.
Dengan pemberian materi Navigasi Darat, Survival, Botani dan snare and trap beserta praktik materi-materi tersebut,diharapkan kepada para pendaki dan pegiat alam bebas lebih mempersiapkan diri sebelum melakukan aktivitasnya di alam agar lebih safety.
“Kemudian konsep bagi pendaki setelah mengikuti kegiatan ini dapat lebih safety ketika melaksanakan kegiatan di alam bebas dan tidak hanya bermodal berani dan gaya saja, tetapi lebih mengutamakan keselamatan,” tutup Rindang.
Kontributor : Abdur Rouf
Editor : Ragil Putri Irmalia
Kirim Pers Release kegiatan / artikel / berita / opini / tulisan bebas beserta foto kegiatan organisasi / komunitas / perkumpulan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081553355330 (Telp/SMS/WA)
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)