Wartapalaindonesia.com, EKSPLORE – Pernahkah Anda membayangkan minuman coklat yang jatuh berliter-liter ke dalam tanah? hal ini harus Anda alami sendiri pengalaman seru berkunjung di Coban Coklat. Musim peralihan dari kemarau menuju penghujan membuat banyak fenomena alam terjadi, hal tersebut tak lepas dari aktivitas mekanisme alami alam dalam rangka memperbarui dirinya sendiri, termasuk wisata langkah satu ini yang hanya terjadi saat musim peralihan saja.
Mungkin sebagian dari Anda sudah tidak asing lagi dengan wisata Air Terjun Coban Rondo yang terletak di Pujon, Batu, Jawa Timur. Air terjun yang masuk ke dalam salah satu air terjun terindah di Jawa Timur ini menjadi destinasi wisata wajib kala bertandang di bumi Swiss van Java Batu. Namun pernahkah Anda menyaksikan bahwa di sana terdapat Air Terjun Coban Coklat?
Ya, saat musim peralihan seperti ini, Air Terjun Coban Rondo menjadi Air Terjun Coban Coklat. Hal ini terjadi karena dihulu (kawsan gunung di atas) masih hujan deras dan merupakan efek dari sisa kebakaran hutan saat musim kemarau tempo hari, hal tersebut dapat dilihat dari bongkahan, serpihan bahkan patahan kayu yang jatuh dan mengalir bebas tak beraturan, kata Pak Tono salah satu petugas kebersihan dan keamanan wisata.
Sebenarnya ini kejadian yang normal dan wajar, hanya saja fenomena alam ini terjadi pada musim peralihan yakni musim penghujan awal, yang membuat debit air deras dan sangat kotor. Namun keadaan akan mulai stabil pada malam dan pagi hari, imbuh Pak Suwarno yang juga merupakan petugas kawasan.
Fenomena alam di atas juga membuat pengalaman tersendiri bagi para pengunjung, yang mana pengunjung tetap dihimbau mematuhi peraturan yang ada seperti mematuhi peraturan untuk tidak melanggar batas yang ditentukan. Salah satunya Pak Aan yang datang membawa keluarga besarnya jauh-jauh dari Banjarmasin untuk menikmati keindahan wisata Air Terjun yang terkenal dengan airnya yang segar. Mungkin saja waktu berkunjung kami ke Jawa kurang tepat, namun kami tidak menyesal sebab ini juga merupakan pengalaman tersendiri menikmati air terjun susu coklat, candanya.
Begitu juga dengan Yuyun, mahasiswi Universitas Brawijaya Malang ini bersama rekan-rekannya memilih berwisata di air terjun Coban Rondo karena tipis-tipis (jarak tempuhnya) yang memilih wisata alam ini sebagai alternativ cerdas dalam merefresh diri setelah berkutat dengan bangku kuliah, meski terlihat aneh, namun air terjun ini membuat pengalaman dan ekspektasi tersendiri baginya, terbukti Yuyun bersama rekan-rekannya tak pernah lepas dari gruvi dan selvie.
Laporan : Abdillah Nasrun
Editor : Efrina Fitrianingrum
Kirim Pers Release kegiatan / artikel / berita / opini / tulisan bebas beserta foto kegiatan organisasi / komunitas / perkumpulan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081553355330 (Telp/SMS/WA)
Dokumentasi
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)




