Wartapalaindonesia.com, Denpasar – Masa depan Bali tidak hanya ditentukan oleh sektor pariwisata, tetapi juga oleh keterlibatan generasi muda dalam menjaga lingkungan dan identitas ekologis daerahnya. (17/02/2026).
Kesadaran tersebut menjadi dasar kerja sama antara dan melalui gerakan bertajuk “Kawan Alam” yang mendorong aksi lingkungan berbasis kolaborasi.
Nota kesepahaman ditandatangani Ketua STB Runata, Dr. Lusia Vreyda Adveni, dan Chief Ranger Officer Persatin, Henny Paula Sitohang. Kerja sama ini berlaku selama lima tahun.
Dr. Lusia mengatakan perguruan tinggi harus terlibat langsung dalam menjawab persoalan lingkungan melalui keterlibatan mahasiswa di lapangan.
“Perguruan tinggi tidak boleh berhenti pada teori. Mahasiswa harus hadir sebagai agen perubahan yang bekerja langsung di tengah persoalan lingkungan,” ujarnya.
Program kerja sama meliputi keterlibatan mahasiswa dalam riset konservasi, pengembangan kurikulum keberlanjutan (sustainability), program magang, serta kampanye edukasi lingkungan dan perlindungan satwa endemik Bali.
Gerakan “Kawan Alam” dijadwalkan dimulai pada 21 Februari 2026 di . Sekitar 500 peserta ditargetkan mengikuti kegiatan bersih pantai, diskusi lingkungan, dan kampanye konservasi.
Chief Patron Persatin, Wanda Syahputra, menyatakan kolaborasi kampus dan komunitas menjadi langkah strategis dalam memperkuat gerakan lingkungan berbasis partisipasi masyarakat.
Kerja sama ini diharapkan dapat menjadi model keterlibatan aktif generasi muda dalam mendukung keberlanjutan lingkungan Bali di tengah meningkatnya tekanan akibat pertumbuhan pariwisata dan perubahan global.
Kontributor || Ratdita Anggabumi T, WI 190039
Editor || Wandi wahyudi, WI 200223
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)