Bantu Penuhi Kebutuhan Listrik Masyarakat Banyuasih, Mahasiswa UI Pasang Panel Surya Setara 900 VA PLN

WartapalaIndonesia.com, PANDEGLANG – Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) bantu masyarakat Banyuasih dalam memenuhi kebutuhan listrik dengan pemasangan panel surya di Masjid Al Baraqah, Banyuasih, Pandeglang. Panel dipasang di sini untuk mendukung kegiatan keagamaan desa melalui Program the 14th UI Youth Environmental Action (UI YEA). Pemasangan instalasi panel surya selesai pada Kamis, 14 Agustus 2025.

Kegiatan keagamaan seperti Maulid Nabi, pengajian, dan Tahun Baru Islam yang amat krusial bagi kehidupan masyarakat di Banyuasih seringkali tertunda akibat pemadaman listrik yang terjadi di penghujung pulau Jawa tersebut.

Hal itu memicu panitia UI YEA untuk membantu pemasangan panel surya untuk kebutuhan listrik yang tidak tergantung pada PLN, tetapi memanfaatkan sumber daya matahari.

Selama ini, masyarakat Banyuasih hanya diam tak berkutik jika terjadi pemadaman listrik karena jauhnya desa dengan jaringan listrik. Laporan yang tersampaikan juga tidak dapat ditindak dengan cepat akibat teknisi dan logistik yang kurang memadai.

Program instalasi panel surya merupakan kontribusi sederhana mahasiswa UI untuk kendala listrik yang dihadapi masyarakat pesisir Jawa seperti Desa Banyuasih.

Namun lebih jauh dari itu, kehadiran panel surya juga menjadi momentum untuk merintis kesadaran masyarakat perihal energi baru terbarukan (EBT) yang ramah lingkungan sebagai pilihan nyata dan semakin relevan di tengah krisis iklim dan tantangan energi global.

Ke depannya, masyarakat memiliki opsi energi yang lebih mandiri tanpa sepenuhnya mengandalkan pasokan listrik dari pemerintah.

Buktikan Generasi Muda Indonesia Peduli Laut, Mahasiswa UI Lakukan Konservasi Terumbu Karang di Sukarame

Spesifikasi Panel Surya
Instalasi panel surya ini dilakukan oleh Muhammad Ismail Faruqi dan Sayyid Dzaky, mahasiswa Teknik Elektro Universitas Indonesia, dengan dukungan dari Wasta selaku pengurus masjid, serta Dede Rohana selaku perangkat desa.

Panel surya yang digunakan adalah jenis monocrystalline 710 Wp, dipasang dengan sistem off grid yang dilengkapi lever switch, sehingga sumber listrik masjid dapat disesuaikan antara menggunakan listrik dari PLN atau PLTS.

Panel surya diposisikan menghadap ke utara dengan kemiringan 8 derajat untuk memaksimalkan penyerapan energi matahari sesuai kondisi geografis setempat.

 “Dengan baterai jenis LiFePO4 2,4 kWh, panel ini bisa bertahan hingga 5 jam dengan 50 persen daya,” jelas Ismail saat pemasangan panel surya pada

Kalau kondisi mataharinya ideal atau cukup terik lanjut Ismail, baterainya bisa penuh dalam waktu 5 sampai 6 jam.

Sementara Sayyid saat menanggapi pertanyaan warga pada acara peresmian pemasangan panel sury turut menjelaskan, panel surya ini dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan elektronik masjid, dari mulai lampu, pompa air, speaker masjid, hingga kipas angin, dengan daya yang setara dengan 900 VA PLN.

Kendala pemasangan panel sendiri dialami saat menentukan penempatan panel surya karena rangka atap masjid beresiko secara kekuatan. Dengan pertimbangan panel surya yang beratnya 40 kilogram, diputuskan untuk ditempatkan di permukaan atas bangunan masjid.

Ketua program the 14th UI YEA, Arya Arfan Akbar, berharap pemasangan panel surya ini dapat memberikan manfaat besar bagi warga, membuka wawasan mengenai energi baru terbarukan, dijaga serta dirawat dengan baik agar dapat berfungsi secara optimal dan manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Terpisah, Wasta selaku pengurus masjid mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada mahasiswa yang telah membantu banyak kepentingan warga di Desa Banyuasih. (NK).

Kontributor || Naqiyyah Najiyah Khalilullahi
Editor || Ahyar Stone, WI 21021 AB

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.