WARTAPALA INDONESIA

Kilas Balik Sejarah Pecinta Alam dan Kode Etik Pecinta Alam

Caption foto: Johny Wiro saat membacakan Kode Etik Pecinta Alam se-Indonesia tahun 1974. (WARTAPALA INDONESIA/ Ratdita Anggabumi T)

Wartapalaindonesia, BANDUNG – Para pemuda dan pemudi yang tergabung dalam organisasi Pecinta Alam berkumpul pada dialog terbuka tentang Kilas Balik Sejarah Pecinta Alam di Indonesia. Diskusi yang dihelat oleh Forum Komunikasi Keluarga Besar Pecinta Alam Bandung Raya ini diselenggarakan di sekretariat Himpala Itenas Bandung, Jawa Barat, Kamis malam, 28 Februari 2019

Pada diskusi ini turut mengundang Johny Wiro, sebagai salah satu pelaku sejarah yang hadir pada Gladian Wanadri yang kini dikenal sebagai Gladian Nasional Pecinta Alam se-Indonesia yang pertama, sampai dengan Gladian Nasional Pecinta Alam Nasional se-Indonesia yang ke IV, dimana disahkan Kode Etik Pecinta Alam se-Indonesia.

Asal Muasal dan Kesejarahan Pecinta Alam di Indonesia

Pada pembahasan yang pertama, Johny Wiro mengulas tentang asal muasal dan kesejarahan Pecinta Alam di Indonesia, sesuai yang berhasil dikumpulkan,

  • Oktober 1953, Yogyakarta – Perkumpulan Petjinta Alam
  • Agustus 1955, Malang – Ikatan Petcinta Keindahan Alam Indrakila
  • Mei 1965, Bandung – Wanadri
  • Agustus 1965, Yogyakarta – Mermounc
  • Desember, 1965, Jakarta – Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Indonesia

Yang kemudian lahir dan berkembang organisasi lain yqng membuat semarak dunia kepecinta alaman ini. Data data ini kemungkinan  berkembang sejauh mana dikumpulkan sehingga menjadi perbendaharaan dan aset sejarah Pecinta Alam di Indonesia.

Sejarah Terbentuknya “Kode Etik Pecinta Alam”

Embrio Kode Etik digagas pertama kali pada Gladian Pertama di Bandung yang akhirnya dikembangkan menjadi 12 butir Kode Etik pada Gladian ke II di Malang. Selanjutnya pada Gladian ke III yang diadakan di Pantai Carita, Kode Etik disempurnakan kembali menjadi 7 butir..

Pada akhirnya di tahun 1974, Gladian Nasional Pecinta Alam se-Indonesia ke IV dihelat akbar di Pulau Kayangan Ujung Pandang. Pada acara yang dihadiri oleh organisasi dan perhimpunan pecinta alam se-Indonesia, “Kode Etik Pecinta Alam se-Indonesia, tahun 1974” dibacakan, disahkan, dan dikukuhkan oleh para peserta yang hadir, dengan harapan menjadi nilai-nilai yang  terus diperjuangkan oleh Pecinta Alam Indonesia.

“Tujuan dari dibentuknya kode etik pecinta alam ini adalah sebagai panduan etika dan nilai-nilai bagi organisasi maupun masyarakat pecinta alam saat bergiat di alam bebas agar terbentuk karakter yang baik bagi tiap individu,” ujar Johny Wiro yang juga tercatat sebagai anggota TMS 7 (Top Mountain Stranger 7)  Malang.

Berkaca pada perjuangan para pendahulu atas kelahiran Kode Etik tersebut, Johny Wiro menyampaikan bahwa harapannya, Pecinta Alam Indonesia dapat mengenal, memahami, menjalankan dan mengimplementasikan nilai – nilai Kode Etik Pecinta Alam se-Indonesia tahun 1974.

Melestarikan Semangat dan Nilai – Nilai Kode Etik Pecinta Alam

Pada Kongres KBPA ke IV,  disebutkan bahwa naskah kode etik yang beredar belakangan ini sudah melenceng dari naskah asli.

“Adalah tanggung jawab kita bersama untuk kembali kepada naskah kode Etik Pecinta Alam 1974 yang disahkan di Ujung Pandang.  dan agar disosialisasikan kepada organisasinya masing masing,” ujar Nugraha Pelay dari PALAWA SWAGRIPPA.

“Kode Etik Pecinta Alam se-Indonesia adalah produk dasar Pecinta Alam sebagai rumusan standar yang semestinya mempunyai sasaran kapada nilai-nilai manusia sebagai rumusan etika yang diperlukan kajian lebih dalam sebagai gambaran psikologis, bukan lagi kepada teknis,” ungkap Caca dari HIMPALA ITENAS Bandung.

Sebagai penutup keseluruhan acara, akan diadakan diskusi lanjutan di Malangyang mengenai  pentingnya materi Kode Etik Pecinta Alam pada setiap pendidikan dan latihan dasar Pecinta Alam. Semoga melalui acara ini, seluruh organisasi Pecinta Alam dapat semakin memperkuat jaringan dan terus berjuang mengaplikasikan Kode Etik Pecinta Alam se-Indonesia tahun 1974.

Kontributor || Ratdita Anggabumi T, WIJA Jakarta

Editor || A. P. Putra

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: