Teka-teki Pelatih Kepala Tim Nasional Panjat Tebing Jepang

Oleh : Adiseno
Anggota Dewan Penasihat PP FPTI

WartapalaIndonesia.com, FEATURE – Kita semua tahu. Tim Panjat Tebing Jepang bersaing dengan pemanjat Eropa. Tapi di Olimpade Jepang belum dapat emas. Padahal pernah tuan rumah, Olimpiade Tokyo 2020 yang terselenggara setahun kemudian karena wabah Covid. Di Olimpiade Paris 2024 pun gagal meraih emas padahal punya atlit peringkat satu untuk disiplin lead dan boulder putra, Sorato Anraku dan Tomoa Narasaki.

“Ini adalah Olimpiade di mana para atlet, ofisial kami, dan semua yang menyaksikan Olimpiade merasa frustrasi karena tidak bisa mencapai tujuan mereka meraih beberapa medali, termasuk medali emas,” jelas Hiroshi Yasui dalam artikel disitus asosiasi sport climbing Jepang, JMSCA.

Peraih emas kombinasi lead boulder speed Putri di 2020, Janjan Garnbret dari Slovenia, Eropa. Peraih emas kombinasi lead boulder speed Putra, Alberto Gini Lopez dari Spanyol Eropa. Di Olimpiade Paris 2024, emas kombinasi lead boulder putri Janjan Garnbret, emas kombinasi lead boulder Putra Toby Williams. Speed putri juga dari Eropa, atlit Polandia, Aleksandra Miroslaw, dan putranya kebanggaan kita semua Veddriq Leonardo dari Indonesia. Eropa tiga emas, Asia satu dari Indonesia, bukan Jepang.

Menurut Hiroshi Yasui, tim Jepang punya ragam pemanjat yang berbeda. Program yang individual dan mengutamakan gembira yang dijelaskan Yasui san mungkin pembentuknya. Pernyataan ini keluar ketika Yasui san ditanya-tanya mengenai Sorato Anraku, Tomoa Narasaki dan Akiaya (Ai) Mori. Tanya jawab yang panjang yang jarang terjadi di kelas kelas pelatihan, tapi mengenai peringkat satu seri World Climbing (d/h IFSC) para peserta Pelatihan Pelatih FPTI Level 2 jadi aktif.

Hiroshi secara antusias menjelaskan kelebihan Sorato Anraku yang memiliki kekuatan jari sampai secara rinci menjelaskan otot mana yang bekerja dan bagaimana mengukurnya. Kemudian Tomoa Narasaki yang memiliki kelebihan gerak dinamis yang tidak tersaingi, bahkan juga menjelaskan di luar panjat Tomoa Narasaki berlatih pilates. Sedang Ai Mori dikomentari ukuran tangan yang lebih besar dari proporsi tubuhnya serta kegigihan tidak pernah menyerah atlit mungil ini. Mereka semua power dan endurance nya diakui Yasui san.

Kepala Pelatih Tim Nasional Panjat Tebing Jepang Hiroshi Yasui : Tim yang Berkembang adalah Tim yang Gembira

Faktor Lead dan Boulder
Hiroshi Yasui membuka sasaran latih untuk disiplin Lead dan Boulder. Untuk Lead tujuan latih adalah kekuatan dan daya tahan jemari atlit. Volume latih yang tinggi dibutuhkan. Boulder, membutuhkan ragam kemampuan fisik yang banyak, artinya kemampuan adaptasi dan fisik yang meningkat. Dan keterampilan (panjat) diperbaiki.

Masing-masing disiplin terbangun oleh beberapa faktor dan masing-masing berbeda. Faktor-faktor pembangun ini menjadi sudut monitor pelatih untuk penyesuaian program.

Yasui san sempat memberi teka-teki kepada peserta. Ia mengatakan kekurangan atlit di boulder atau di lead, dan apa yang menurut para peserta solusinya. Hampir semua menjawab berbagai teka-teki ini dengan menambah volume latih. Ternyata masing-masing faktor yang menjadi sumber solusi masalah yang dihadapi atlit.

Pada boulder faktor yang bekerja paling banyak. Ada sembilan faktor: Kelenturan, Kekuatan fisik, Kestabilan mental, Strategi, Ketepatan (presisi), Daya tahan, Kekuatan jari, Kekuatan (power), Pengkondisian fisik.  Empat yang terakhir khusus perlu diperhatikan pada atlit putri.  Khusus strategi perlu bagi kedua jender, dan lainnya dikhususkan untuk pria.

Jika seorang pelatih menghadapi masalah dalam Boulder, dia harus memilahnya pada faktor yang mana, kemudian mencarikan solusi latih untuk memperbaiki.

Faktor untuk Lead adalah Volume latih,  Strategi, Penilaian dan Keberanian, Keterampilan, Daya tahan, dan Kekuatan jemari. Tiga terakhir perlu difokuskan untuk atlit putri, volume latih untuk atlit putra. Strategi dan Penilaian serta Keberanian ditekankan pada kedua jender.

Ia menutup sesi diskusi pemanjat ini dengan mengatakan, menurutnya pola latihan di Eropa menghasilkan pemanjat-pemanjat dengan tipe sama. Sedang tim Jepang bervariasi dan mereka juga bisa menyebar untuk berlatih masing-masing sesuai. Bahkan awal tahun 2026 atlit speed Jepang akan berlatih di Pelatnas Indonesia.

Misteri Hingga Olimpiade Los Angeles
Teka-teki kenapa Jepang belum meraih emas di Olimpiade, makin misterius.

Dari uraian Hiroshi Yasui, program jangka panjang yang menyediakan atlit berbakat untuk tim senior, pelatih yang terus belajar dan memperhatikan atlit hingga membuat program latihan khas masing-masing sesuai kebutuhan, lingkungan yang dikelola agar sarana dan waktu latih tersedia, semua sudah dijalankan.

Pembinaan Atlit Sejak Dini di Tim Panjat Tebing Jepang

Dari uraian Hiroshi Yasui, program jangka panjang yang menyediakan atlit berbakat untuk tim senior, pelatih yang terus belajar dan memperhatikan atlit hingga membuat program latihan khas masing-masing sesuai kebutuhan, lingkungan yang dikelola agar sarana dan waktu latih tersedia, semua sudah dijalankan.

Hasil pun mantap di World Championship dan World Series, sudah berlangsung bertahun-tahun sejak Akiyo Noguchi berkiprah 2015, dilanjut Miho Nonaka, dan sampai sekarang dengan Ai Mori dan sekarang Mao Nakamura.

Jika mengintip peraih emas dari Eropa, Janjan Garnbret punya pelatih khusus, Alberto Gino Lopez juga dari kota kecil pindah ke Barcelona dan lebih dikenal berlatih sendiri, Toby Williams pun atlit muda yang juga individual. Resep khas masing-masing atlit juga dijalankan peraih Emas Olimpiade asal Eropa. Kenapa Sorato Anraku dan Tomoa Narasaki gagal?

Apa karena moto FPTI yang dihasilkan Harry Suliztiarto dkk? Otak – Otot – Nasib, nasib tim Jepang masih belum terbit matahari baiknya. Misteri ini kelihatan menjadi teka-teki sendiri buat Yasui san. Dan jawaban yang masih disimpan sendiri oleh Coach Hiroshi Yasui akan kita simak di Olimpiade Los Angeles 2028.

Sementara itu, Yasui san sudah membagi ilmunya pada pelatih Indonesia. Domo Arigato Yasui sama. (*)

Foto || Tejo, FPTI DKI
Editor || Ahyar Stone, WI 21021 AB

 

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.