WartapalaIndonesia.com, FEATURE – Bayangkan berada di mulut sebuah goa, hanya cahaya headlamp yang membelah gelap. Di depan terbentang lorong sempit berisi genangan air, dinginnya merayap sampai tulang. Untuk melangkah ke depan, tidak cukup hanya berjalan kadang harus berenang, menahan napas, dan berani menembus kegelapan.
Inilah atmosfer yang dirasakan oleh anggota Metala FEB UMS (Mahasiswa Pecinta Alam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta) dalam kegiatan Spesialisasi Caving 2025 yang berlangsung di Goa Dawung, Kecamatan Donorojo, Sekar, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Pada 20-23 Agustus 2025.
Kegiatan ini digelar sebagai bagian dari proses kaderisasi divisi Caving, dengan fokus pada materi pemetaan goa. Artinya, kegiatan ini tak sekadar petualangan, tetapi juga pembelajaran teknis, mental, dan spiritual yang akan menjadi bekal bagi generasi pecinta alam berikutnya.
Spesialisasi Caving tahun ini diikuti 2 AP (Anggota Penuh) baru Metala 2025 yakni Faiq, Karina, dan Febby. Mereka didampingi oleh Yusuf dan Syafi’i sebagai pendamping senior.
Menurut pengurus Metala, tujuan utama kegiatan ini adalah meregenerasi materi divisi Caving, terutama soal pemetaan goa horizontal. Materi ini penting karena mengajarkan keterampilan dasar hingga kompleks, mulai dari orientasi medan, penguasaan alat, hingga pemahaman tentang ekosistem bawah tanah.
Caving memang materi yang sangat kompleks. Ia (caving, red) melatih teknik, fisik, mental, sampai keterampilan jungle rescue.
“Karena itu, regenerasi pemateri sangat penting agar ilmu ini tidak putus di satu generasi,” jelas salah satu pengurus.
Dalam kegiatan ini, peserta dibekali dengan berbagai keterampilan kunci, antara lain: Materi IMPK (Ilmu Medan, Peta, dan Kompas). Manajemen perjalanan, logistik, dan packing. Teknik survival dalam kondisi goa. Kesehatan dan keselamatan di kawasan goa. Pemetaan goa horizontal fokus utama di Goa Dawung
Menemukan Ornamen Batuan Unik
Respon peserta sangat positif. Mereka mengaku antusias karena bisa langsung praktik dengan alat yang disediakan. Proses belajar tidak hanya terjadi di atas kertas, tetapi juga di lorong-lorong goa yang nyata penuh tantangan.
Salah satu momen paling berkesan terjadi saat hari pertama eksplorasi. Tim sempat salah mengambil jalur yang direkomendasikan oleh Dody. Dia adalah Wakil Ketua Karang Taruna setempat. Seharusnya mereka naik ke kiri, tetapi memilih jalur kanan yang ternyata sempit dan penuh genangan air dalam.
“Kami harus berenang untuk bisa maju, karena jalannya tertutup air. Rasanya menegangkan, tapi juga bikin kami belajar bahwa dalam caving, keputusan kecil bisa sangat berpengaruh,” ungkap Karina.
Momen lain yang tak kalah menakjubkan adalah ketika tim menemukan ornamen batuan unik di dalam Goa Dawung. Keindahan itu menghadirkan rasa kagum sekaligus rasa syukur bahwa di balik gelap, ada keindahan yang luar biasa jika kita mau menelusurinya.
Spesialisasi Gunung dan Rimba Metala FEB UMS 2025: Dari Arjuno Belajar Rendah Hati pada Alam
Ketua Umum Metala FEB UMS, Arif Ginanjar Pratama beserta pengurus Metala lainnya berharap spesialisasi ini menjadi langkah awal bagi AP baru untuk menyerap ilmu dan siap menjadi pemateri di masa depan.
Arif Ginanjar saat menutup kegiatan ini memberi pesan penuh refleksi. “Caving bukan sekadar materi teknis atau soal peta goa. Bagi kami, ia adalah ruang belajar tentang kesabaran, kerendahan hati, dan keberanian mengambil keputusan dalam kondisi sulit”.
Dari Goa Dawung lanjut Arif Ginanjar, kita belajar bahwa gelap tidak selalu menakutkan kadang, dari gelaplah lahir cahaya persaudaraan dan semangat baru.
“Harapan saya, AP baru bukan hanya menjadi generasi penerus, tapi juga mampu menyalakan api perjuangan Metala agar tetap menyala, dari satu lorong goa ke puncak-puncak pengabdian,” harapnya.
Spesialisasi Caving Metala FEB UMS 2025 di Goa Dawung bukanlah sekadar latihan pemetaan. Ia adalah kisah tentang manusia yang berani masuk ke dalam kegelapan, bukan untuk menantang alam, tetapi untuk menemukan dirinya sendiri.
Di balik lorong-lorong sunyi, anggota Metala menemukan arti keberanian, kebersamaan, dan regenerasi. Dan dari Goa Dawung, lahir generasi baru yang siap menjaga alam sekaligus menyalakan cahaya pengetahuan untuk masa depan. (*).
Kontributor || Abdul Aziez, WI 200059
Editor || Ahyar Stone, WI 21021 AB
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)