WARTAPALA INDONESIA

Dua Bulan Pasca Gempa, Relawan Pecinta Alam Indonesia (RPAI) Dirikan Sekolah Darurat

Wartapalaindonesia.com, SIGI – Selasa, 4 Desember 2018, Relawan Pecinta Alam Indonesia (RPAI) baru saja menyelesaikan pembangunan sekolah darurat atau sekolah sementara SDN Boladangko di Desa Boladangko, Kec. Kulawi, Kab.Sigi, Sulawesi Tengah.

Pembangunan  sekolah dilakukan karena sekolah sebelumnya hancur disebabkan oleh gempa yang mengguncang Palu, Sigi dan Donggala dengan kekuatan 7,4 SR pada 28 September 2018.

Ivan Bagaskara selaku Ketua Mapala Universitas Tadulako (MAPATALA) yang juga bertindak sebagai Koordinator Posko R.P.A.I mengatakan bahwa sebelumnya mereka telah melakukan pendataan di wilayah Kulawi, karena Kab. Kulawi merupakan salah satu daerah terdampak Gempa.

“Awalnya, anak-anak yang bersekolah telah menempati tenda yang didirikan oleh salah satu NGO yang bergerak di bidang pendidikan. Kami memutuskan untuk membantu mendirikan sekolah sementara karena anak-anak dari kelas 1–6 hanya belajar di satu tenda saja,” ungkapnya.

RPAI merupakan relawan yang terdiri dari anggota pecinta alam se-Indonesia yang bekerja sama dengan MAPATALA dan memiliki satu tujuan yaitu membantu masyarakat terdampak gempa, tsunami dan likuifaksi.

Tetapi mereka tidak menutupi diri jika ada yang bukan dari kalangan pecinta alam yang ingin bergabung menjadi relawan. Sejak gempa melanda Palu, Sigi, Donggala, RPAI telah berafiliasi dengan beberapa relawan lainnya dan menyalurkan bantuan di beberapa lokasi terdampak.

Tak lupa mereka juga melakukan kegiatan psikososial yang bertujuan untuk pemulihan ketakutan atau trauma (trauma healing) korban gempa, tsunami dan likuifaksi.

Bantuan yang masuk berasal dari pecinta alam yang tersebar di Indonesia, dan juga ada beberapa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) beberapa Universitas di Indonesia.

Pembangunan SDN Boladangko bersifat sekolah sementara yang akan digunakan oleh adik-adik di masa transisi bencana gempa. Pembangunan sekolah dilakukan oleh anggota MATAPALA dan beberapa Komunitas Pecinta Alam dan juga dibantu oleh masyarakat setempat dalam waktu 10 hari dan dengan adanya sekolah ini RPAI berharap pihak pemerintah khususnya di wilayah Kab.Sigi segera mendirikan sekolah tetap.

“Kami harap pihak pemerintah dan instansi terkait segera mendirikan kembali sekolah-sekolah yang rubuh demi kenyamanan adik-adik mendapatkan ilmu pengetahuan ke depannya,” sambung Ivan.

Pihak Komite juga mengucapkan terimakasih kepada RPAI dan MATAPALA yang telah mendirikan sekolah sementara di masa transisi.

Kontributor || Yahya M. Ilyas

Editor || Dala Aria

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: