WARTAPALA INDONESIA

Peringati Hari Wetland Sedunia dengan Berwisata di Area Wetland Karawang

Wartapalaindonesia.com, FEATURE – Seminggu sebelum hari wetland sedunia yaitu hari Minggu, 27 Januari 2019, anggota muda Bara Rimba dari angkatan 8 melaksanakan manajemen perjalanan dengan berwisata di area-area wetland Karawang.

Seperti Muara Sungai Sadari, Muara Sungai Cimanuk dan Bendung Walahar yang merupakan area wisata di daerah wetland yang masih asri dan bersejarah di Karawang,Jawa Barat.

Muara Sungai Sadari sendiri terkenal akan wisata Hutan Mangrove Cikeong dan Pantai Sadari, kemudian Muara Sungai Cimanuk terkenal akan area wisata Pantai Pelangi.

Bendungan Walahar sendiri merupakan salah satu situs peninggalan era Kolonialisme Belanda. Dulu daerah tersebut terkenal dengan nama Parisdo yang terletak di Desa Walahar, Kec.Klari berbatasan dengan Desa Kutapohaci, Kec.Ciampel, Kab.Karawang.

Menurut penuturan Emih salah satu pemilik warung nasi yang sudah lama berjualan di sana, Bendungan Walahar dibangun pada tahun  1923.

“Dulu setiap tahun di sini banyak memakan korban, tapi sekarang sudah tidak ada mungkin karena sudah ramai,”  tuturnya.

Bendungan Walahar merupakan bangunan bersejarah yang menjadi pintu air irigasi bagi pengairan sawah di wilayah utara Karawang.

“Selain punya sejarah panjang, Bendungan Walahar juga jadi tempat rekreasi baik untuk sekedar makan atau memancing di saluran irigasi maupun Sungai Citarum,” sambung Emih.

Untuk Muara Sungai Sadari sendiri belum lama ini baru dibuka wisata baru yaitu Pantai Sadari. Dulu sebelum adanya wisata Pantai Sadari, untuk ke Desa Sadari, Kec.Cibuaya masyarakat harus menggunakan perahu karena jalan yang tidak layak. Namun setelah adanya wisata Pantai Sadari, jalan penghubung dan jembatan sudah bisa dilalui oleh roda dua dan roda empat. Wisata Pantai Sadari selain menyajikan wisata pantai juga ada area hutan mangrove yang berfungsi untuk menahan abrasi.

Sementara tidak jauh dari Pantai Sadari ada wana wisata Hutan Mangrove Cikeong yang dikelola oleh Perhutani BKPH Cikeong. Wana wisata ini sudah lama ada, namun belum lama ini diperbaiki fasilitasnya dengan area 57 Ha.

“Di area ini kita bisa menemukan ada pohon bakau, pohon api-api dan pohon pidada yang khas hutan mangrove,” tutur Sarkim selaku PolisiHutan yang berjaga di sana.

Menurut Sarkim, pohon-pohon tersebut menjadi rumah bagi banyak burung seperti Kuntul, Blekok, Bangau danPecut.

Pantai Pelangi yang dekat dengan Muara Sungai Cimanuk dibuka pada 6 tahun lalu menurut penuturan penjaga pantai bernama Abdul Qasim. Walaupun baru dibuka 6 tahun lalu, tapi sudah bisa menarik banyak wisatawan yang ingin berlibur ke Pantai Utara Karawang.

“Setiap seminggu dua kali area pantai kami bersihkan agar selalu terjaga kebersihannya,” kata Qasim.Pantai Pelangi sendiri memiliki pasir yang menarik karena masih bisa kita temukan kerang yang bercampur dengan halusnya pasir pantai.

Karena daerahnya dekat muara sungai, jadi banyak sampah dari sungai yang terdampar di pantai.Seperti ditemukannya sampah ari-ari bayi yang dibungkus kantong plastik yang terbawa sampai muara.

“Kegiatan wisata sambil berlatih manajemen perjalan dan juga mengenal lahan-lahan basah (wetland) yang ada di Karawang ini sangat menambah pengalaman bagi kami,” kata Dini arti siswi SMKN 1 Rengasdengklok.

Menurutnya juga wetland yang selalu tergenang air menjadi rumah bagi banyak makhluk hidup seperti reptile, burung dan tumbuhan khas wetland.

“Seperti di Bendung Walahar banyak orang yang berwisata untuk memancing ikan besar, dan Hutan Mangrove Cikeong banyak pohon bakau yang menjadi tempat hidup burung,” tambah Renaldi.

Musuh terbesar wetland adalah sampah yang dibuang sembarangan oleh pengunjung maupun yang suka membuang sampah ke sungai sehingga terbawa ke area wetland.

“Kita harus merubah sikap kita yang suka membuang sampah sembarangan untuk menjaga area wetland tetap menjadi rumah bagi banyak habitat lahan basah,” pungkas Manda.

Kontributor || Arip Munawir

Editor || Nindya Seva Kusmaningsih

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: